Tuesday, 11 August 2020


E-Jaring, Inovasi Pelatihan di Tengah Pandemi Covid 19

01 Jul 2020, 15:26 WIBEditor : Indarto

Pengembangan e-jaring | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pembangunan SDM ini juga diterapkan di sektor kelautan dan perikanan. Misalnya melalui penyediaan platform e-Jaring.

 

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Platform pembelajaran daring perikanan yang disingkat ‘e-Jaring’, merupakan terobosan pelatihan digital bagi masyarakat kelautan dan perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meluncuran e-Jaring secara virtual serentak bagi masyarakat dan penyuluh perikanan.

E-Jaring merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dengan Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) KKP. E-Jaring akan menjadi platform pembelajaran digital yang dapat digunakan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Edhy mengatakan, di era revolusi industri 4.0 yang menuntut konektivitas di segala hal, dunia digital dan kemajuan teknologi berpengaruh sangat besar terhadap perekonomian dan kualitas kehidupan manusia. Guna menghadapi revolusi industri 4.0 ini, SDM harus memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan untuk beradaptasi, dan kemampuan mencegah masalah keamanan teknologi.

“Saat ini, kita menghadapi ancaman banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi atau penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Untuk itu, kita harus membangun SDM kita agar tidak kalah saing,” kata Menteri Edhy, di Jakarta, Rabu (1/6).

Menurut Menteri Edhy,  perlu ada kombinasi antara revolusi 4.0 dengan konsep society 5.0 atau masyarakat 5.0, yang berfokus pada pembangunan manusia (human centered). Pada konsep society 5.0 ini, modal bukan lagi menjadi hal utama, melainkan data yang dapat menghubungkan dan menggerakkan segalanya. Data juga dapat membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung.

Pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pembangunan SDM ini juga diterapkan di sektor kelautan dan perikanan. Misalnya melalui penyediaan platform e-Jaring.

" Melalui e-Jaring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja," ujarnya.

Menteri Edhy mengatakan, kehadiran e-Jaring merupakan bentuk penyesuaian  terhadap adanya pandemi covid-19. Jika sebelumnya pelatihan dilakukan dengan sistem klasikal atau tatap muka, sekarang bergeser pada pelatihan daring.

"  Model pelatihan seperti ini juga terbukti dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, cepat, murah, dan efisien,” kata Menteri Edhy.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan terbuka (open online training) yang telah digelar BRSDM melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP). Beberapa pelatihan digelar di antaranya pelatihan budidaya perikanan, pengolahan ikan, penangkapan ikan, permesinan, dan sebagainya.

Lebih Banyak Peserta

Mengusung konsep terbuka, pelatihan yang diselenggarakan mampu menarik lebih banyak peserta, baik secara individu maupun kelompok.

Menteri Edhy  berharap, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inovasi produk dan sistem pasar.  Termasuk UMKM yang bergerak di bidang budidaya perikanan karena saat ini KKP tengah gencar meningkatkan produksi budidaya perikanan untuk membantu perekonomian bangsa.

Platforn  e-Jaring juga hadir untuk mendukung program pemerintah yaitu pelatihan Kartu Prakerja dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di sektor kelautan dan perikanan.

KKP juga mendorong pemasaran produk kelautan dan perikanan berorientasi teknologi melalui e-commerce. Di Indonesia, pertumbuhan e-commerce sangat pesat, terutama 4 tahun terakhir. Peningkatannya mencapai 500 persen dengan transaksi mencapai 27 miliar  dollar AS, atau  setara  dengan Rp 391 triliun.

“Melalui pelatihan yang diberikan, diharapkan start-up kelautan dan perikanan akan tumbuh secara signifikan dengan melahirkan produk yang beragam dan transaksi bisnis yang semakin tinggi,” kata Menteri Edhy.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, pandemi covid-19 harus dilihat sebagai momentum akselerasi penerapan teknologi. Jika sebelumnya masyarakat hanya menggunakan gadget untuk berbelanja online, maka pada saat ini mereka memanfaatkannya untuk kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks. Misalnya menggelar pertemuan, pembelajaran, dan pelatihan sebagai respon terhadap imbauan physical distancing.

Menurut Sjarief, platfoem e-Jaring berbeda dengan platform pembelajaran digital pada umumnya. E-Jaring mengusung konsep learning by doing berbasis keterampilan teknis, sehingga tak sekadar menonton. Peserta juga dapat melakukan praktik dan berinteraksi langsung dengan para pelatih.

“Penyampaian materi disampaikan dengan metode ceramah, praktek, simulasi, dan demonstrasi,” ujarnya. 

Akses Beragam Materi

Dalam pelatihan online tersebut, peserta dapat mengakses beragam materi dan modul pembelajaran tersistem yang telah disiapkan. “Materi yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari pelatihan budidaya perikanan, penangkapan ikan, permesinan perikanan, pengolahan hasil perikanan, konservasi, pergaraman, dan manajemen. Materi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” papar Sjarief.

Pada akhir pelatihan, peserta akan diberikan sertifikat sebagai tanda peserta telah mendalami dan terampil mengerjakan topik yang dipelajari.

Sebagai pengenalan terhadap pelatihan online ini, KKP telah melaksanakan 17 pelatihan open training selama Juni 2020. Diantaranya pelatihan pengolahan hakau, amplang, burger tuna rumput laut, pelatihan pembuatan probiotik, perawatan mesin tempel, dan pergaraman.

Menurut Sjarief, tiap pelatihan diikuti  500-4.600 orang peserta. Tercatat,  jumlah masyarakat kelautan dan perikanan yang telah mengikuti pelatihan selama bulan ini mencapai 12.000 orang. Bahkan, beberapa kelompok telah menerapkan hasil pelatihannya ke dalam unit usaha yang dijalankan.

Melalui platform e-Jaring, pada tahun 2020 KKP menargetkan pelatihan teknis yang semula 10.000 orang meningkat menjadi 40.000 orang. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018