Thursday, 23 September 2021


Inovasi Pakan Pembesaran Lobster Pasir

15 Jul 2020, 13:42 WIBEditor : Indarto

Pakan lobster | Sumber Foto:Dok. Humas BRSDM KP

Pelatihan terkait pakan pembesaran lobster pasir telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Mengingat, saat ini pertumbuhan lobster pasir cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan lobster mutiara untuk mencapai ukuran yang sama.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Budidaya lobster (pembesaran) tak bisa dilepaskan dari pakan. Sebagai komponen terpenting selain benih, inovasi pakan pembesaran lobster pasir besutan Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol bisa menjadi pilihan pembudidaya lobster.

Kepala BBRBLPP Gondol Bambang Susanto mengatakan, percontohan  inovasi pakan pembesaran lobster mutiara kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Geger Girang, Dusun Telong Elong, Desa Jerowaru, Kec. Jerowaru, Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu upaya implementasi pengelolaan lobster sesuai  Permen KP No. 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Percontohan ini kita awali dengan sosialisasi. Kita akan coba bagaimana meningkatkan pendapatan pelaku utama dan masyarakat,” kata Bambang, di Jakarta, Rabu (15/7).

Bambang mengatakan, percontohan yang rencananya akan dilaksanakan hingga November 2020 ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi budidaya lobster agar dapat diadopsi oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknologi hasil riset di bidang lobster.

“Kami juga mengharapkan percontohan ini dapat memberikan keterampilan bagi pelaku utama sehingga bisa mandiri ke depannya,” paparnya.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, pelatihan terkait pakan pembesaran lobster pasir telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Mengingat, saat ini pertumbuhan lobster pasir cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan lobster mutiara untuk mencapai ukuran yang sama.

“Mudah-mudahan, ini bisa menjadi jalan keluar yang bisa membantu masyarakat dalam melakukan budidaya lobster. Bersamaan dengan recovery ekonomi yang lebih baik pada waktunya nanti, kita akan bisa menghasilkan lobster pasir dengan pertumbuhan lebih baik, dan harganya tentu akan mengikutinya,” katanya.

Menurut Lilly,  dipilihnya pakan pembesaran lobster pasir menjadi percontohan penyuluhan dikarenakan memenuhi empat kriteria. Pertama, dapat dikuasai secara teknologi. Kedua, menguntungkan secara ekonomi. Ketiga, dapat diterima masyarakat.  Keempat, ramah lingkungan.

" Pemiliha lokasi percontohan yang terletak di Kab. Lombok Timur, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra lobster di Indonesia," ujarnya.

Sosialisasi ini diharapkan bermanfaat untuk mengoptimalkan industri perikanan budidaya. Kemudian menyerap lapangan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

" Ini akan menjadi suatu awal yang sangat baik untuk mendukung agar industri perikanan berkembang degan baik,” ujarnya.

Lilly juga  mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk terus bekerjasama mengoptimalkan potensi lobster yang ada di Lombok Timur.
“Dukungan dari pemerintah daerah itu menjadi penting karena potensi lobster yang luar biasa di Lombok Timur ini tidak akan berkembang kalau kita tidak berkolaborasi,” katanya.

Kelangkaan Pakan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Timur Haryadi mengatakan,  percontohan pakan pembesaran lobster pasir di wilayanya patut diapresiasi. Sebab, di Lombok Timur,  masih kekurangan produksi budidaya perikanan laut, baik lobster maupun rumput laut. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan pakan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Mudah-mudahan usaha percontohan penyuluhan pakan ini bisa berhasil sehingga produksi budidaya laut kita akan semakin meningkat. Terutama berkaitan dengan produksi lobster,”  ujarnya.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menyatakan, pihaknya telah memetakan 387 kelompok binaan penyuluh di Lombok. Ke depannya, para penyuluh akan terus dibekali dengan berbagai pelatihan mendalam tentang pembesaran lobster agar bisa mendukung  masyarakat yang tertarik berbudidaya.

“Kita kelompokkan penyuluh mana yang berperan untuk budidaya, pengolahan, penangkapan, dan sebagainya. Mereka akan terus diberikan pelatihan tentang penangkapan benih lobster yang benar, pembesaran, pengemasan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018