Monday, 10 August 2020


Latih Masyarakat Olah Mie Rumput Laut

27 Jul 2020, 12:13 WIBEditor : Indarto

Mie rumput laut | Sumber Foto:Dok. Humas BRSDM KP

Rumput laut (algae)salah satu produk perikanan unggulan yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha. Sedikitnya terdapat 550 jenis rumput laut dari sekitar 8.000 jenis yang ada di dunia tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia.

 

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Komoditas rumput laut masih menjadi tumpuan ekspor kelautan dan perikanan. Selain diekspor, rumput laut bisa dijadikan berbagai olahan  bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya, berupa mie rumput laut.

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia dan Kelautan Perikanan (BRSDM KP), melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Winner Perkasa Indonesia Unggul menyelenggarakan “Pelatihan Membuat Mie Rumput Laut”. Tercatat sebanyak 804 peserta dari beragam profesi di seluruh wilayah Indonesia mengikuti pelatihan.

Kepala BRSDM KP, Sjarief Widjaja mengatakan, rumput laut (algae)salah satu produk perikanan unggulan  yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha. Sedikitnya terdapat 550 jenis rumput laut dari sekitar 8.000 jenis yang ada di dunia tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia. Tak heran apabila Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut nomor satu di dunia, khususnya  jenis Eucheuma cottoni.

Produksi rumput laut pada tahun 2019 mencapai 9,9 juta ton. KKP menargetkan produksi ini meningkat sebanyak 10,99 juta ton pada tahun 2020. Bahkan, pada tahun 2024, produksi rumput laut ditargetkan sebanyak 12,33 juta ton.

Pasar rumput laut pun cukup besar. Berdasarkan data FAO (2019), Indonesia menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor diantaranya Tiongkok dan Filipina. Baru-baru ini, Vietnam juga membuka pasarnya untuk komoditas rumput laut

Pada tahun 2019, nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai 324,84 juta dollar AS. Angka ini tumbuh 11,31 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 291,83 juta dollar AS. Pada tahun 2014-2019, ekspor rumput laut  tumbuh rata-rata sebesar 6,53 persen per tahun.

“ Sayangnya,  rumput laut yang kita ekspor saat ini umumnya masih berupa bahan baku mentah atau produk bernilai tambah rendah,” ujar Sjarief, di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Sjarief,  pelatihan membuat mie rumput laut kali ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai terobosan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut. " Pelatihan ini kami harap bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. 

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati juga berharap agar pelatihan ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah mie rumput laut, pelatihan ini dapat mendijadikan peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Meski pembatasan sosial masih berlaku di beberapa daerah, kami mendorong agar masyarakat tetap produkif dan aktif berkarya," ujarnya.

Ketua P2MKP Winner Perkasa Indonesia Unggul, Maria Gigih, selaku pelatih dalam pelatihan mengatakan,  rumput laut memiliki potensi pasar yang besar. Sesuai pengalamannya dalam mengelola usaha rumput laut selama 20 tahun, olahan rumput laut memiliki peminat yang tingg terutama untuk ekspor.

" Hal ini terbukti dari rata-rata volume ekspor usaha kami mencapai 100 ton/bulan dengan omzet sekitar Rp 3 miliar," ujarnya.

Menurut Maria, rumput laut  dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas. Sebab, selama ini serapan pasar ekspor masih jauh lebih tinggi dibandingkan serapan dalam negeri.

“Saya berharap supaya serapan rumput laut dalam negeri itu meningkat. Jadi tidak hanya besar di ekspor, tapi orang dalam negeri tidak kenal,” kata Maria.

Dia juga berharap agar pelatihan mie rumput laut kali ini menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru di tengah masyarakat. " Setelah mengikuti pelatihan, kami juga berharap masyarakat bisa menularkan pengetahuan yang di dapat," ujarnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018