Saturday, 15 August 2020


2020, KKP Targetkan Rehabilitasi 200 Ha Lahan Mangrove

29 Jul 2020, 14:21 WIBEditor : Indarto

Hutan mangrove | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Hutan mangrove adalah penyimpan cadangan ‘karbon biru’ yang melimpah selain fungsi utamanya sebagai sistem penyangga pantai dari abrasi akibat gelombang dan naiknya permukaan air laut. Indonesia memiliki 23 persen dari mangrove dunia.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Hutan mangrove banyak berperan untuk mengantisipasi tingginya abrasi pantai di sejumlah kawasan pesisir. Mangrove juga berperan besar menjaga ekosistem vegetasi pantai dan tempat bernaungnya sejumlah ikan dan biota laut. Karena itu, dalam peringatan Hari Mangrove sedunia (26/7) lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 200 ha pada tahun 2020.

Kawasan hutan mangrove juga sangat penting untuk menjaga lingkungan pantai. Dari luas mangrove  3,49 juta ha, ada sekitar  52 persen atau 1,82 juta ha yang rusak. Mangrove yang rusak inilah perly direhabilitasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP,  Aryo Hanggono mengatakan, pada tahun 2020 KKP memiliki target untuk melakukan perbaikan kondisi ekosistem mangrove dengan penanaman mangrove seluas 200 ha di 12 lokasi.
Salah satu lokasi prioritas terdapat di Lampung Timur seluas 40 ha. Kawasan penanaman mangrove tersebut akan dilakukan di Desa Margasari dan Desa Sriminosari.

" Rehabilitasi tanaman mangrove di lokasi ini bertujuan untuk menangkal abrasi serta meningkatkan ekosistem laut.  Tak hanya itu, lokasi ini juga diharapkan dapat menjadi daerah ekowisata yang dapat memberikan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Lampung Timur," kata Aryo, di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut Aryo, pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024, KKP diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove seluas 1.800 ha. Artinya, sampai tahun 2024, KKP berencana melakukan penanaman mangrove seluas 1.800 Ha.

" Hal ini merupakan target dalam upaya rehabilitasi mangrove. Upaya lain yang dilakukan KKP dalam mendukung rehabilitasi mangrove adalah dengan memfasilitasi lokasi mangrove melalui pembangunan tracking mangrove dan pusat restorasi pembelajaran ekosistem pesisir yang akan dibangun di 10 Kabupaten/Kota pada tahun 2021," papar Aryo.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengatakan,   hutan mangrove adalah penyimpan cadangan ‘karbon biru’ yang melimpah selain fungsi utamanya sebagai sistem penyangga pantai dari abrasi akibat gelombang dan naiknya permukaan air laut.  Indonesia memiliki 23 persen dari mangrove dunia.

" Mangrove memegang peranan penting sebagai pengendali karbon dunia selain sebagai ekosistem penting pengendali ekosistem laut," kata Yusuf.

Menurut Yusuf, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjaga mangrove dari perusakan. Memanfaatkan ekosistem mangrove dengan cara yang bijak dan tetap menjaga kelestariannya. Sebab, ekosistem mangrove sangat rentan dan terbatas.

Yusuf mengatakan, pihaknya akan melakukan penanaman mangrove seluas 200 ha di 12 lokasi di seluruh Indonesia. Penanaman mangrove ini diantaranya dilakukan di Provinsi Aceh , seperti di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Bangka Belitung (di Kabupaten Belitung), Provinisi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian di Provinsi Lampung terletak di Kabupaten Lampung Timur. Provinsi Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon. Provinsi Jawa Tengah terletak di Kabupaten Rembang. Provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lamongan. Provinsi Kalimantan Barat terletak di Kabupaten Menpawah, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di Kota Kupang. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018