Saturday, 15 August 2020


Serap Tenaga Kerja, Sub Sektor Perikanan Budidaya Diperkuat pada 2021

30 Jul 2020, 13:18 WIBEditor : Indarto

Budidaya udang | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Sub sektor perikanan budidaya saat ini sangat strategis, dari sisi bisnis, dan profitable. Lantaran banyak melibatkan masyarakat, sub sektor perikanan budidaya akan terus dikembangkan agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara massal.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pada semester I 2020 program prioritas Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  berjalan  efektif dan memberikan dampak positif, terhadap struktur ekonomi pembudidaya ikan. Sehingga,  program tersebut akan diperkuat dan dilanjutkan pada tahun 2021.

Bahkan,  program tersebut akan dipertajam dengan tolak ukur  peningkatan produksi untuk suplai pangan domestik dan ekspor. Program tersebut diharapkan mampu memperbesar kontribusi subsektor perikanan budidaya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, sub sektor perikanan budidaya saat ini sangat strategis, dari sisi bisnis, dan profitable. Lantaran  banyak melibatkan masyarakat, sub sektor perikanan budidaya  akan terus dikembangkan agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara massal, menggerakan ekonomi serta berdampak luas bagi masyarakat.

" Sehingga bantuan prioritas dapat berdampak langsung kepada masyarakat guna menumbuhkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Slamet, pada Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Satker, Sosialisasi Redesign Sistem Pengganggaran dan Kepatuhan Pengelolaan Data Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP di Bogor, Kamis (30/7).

Menurut Slamet, kunci keberhasilan program adalah perencanaan kegiatan yang lebih mantap. Kegiatan identifikasi CPCL (Calon Penerima, Calon Lokasi) Bantuan Pemerintah harus dapat dilakukan sebelum tahun anggaran berjalan. Karena itu,  strategi penyerapan anggaran pada tahun 2021 untuk lebih cepat sehingga semua kegiatan dapat selesai pada November, dan pada Desember bisa dilakukan  evaluasi.

Slamet mengatakan,  pada tahun 2021  akan fokus pada upgrade laboratorium penyakit dan modernisasi sarana prasarana produksi di semua UPT DJPB. Kemudian, pengembangan Pos Pelayanan Ikan Terpadu, yang dialokasikan melalui dana PHLN ADB dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Diharapkan, semua UPT agar mempunyai pabrik pakan karena kondisi eksisting saat ini baru 10 UPT yang memiliki pabrik pakan. Kemudian, tambak udang millenial shrimp farm akan  digalakkan, baik dari dana percontohan APBN maupun dari tambak-tambak swasta.

Slamet mengatakan, adapun program kegiatan prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun 2021 terdiri dari 10 program utama.  Diantaranya, pertama, pembangunan sarana prasarana dan model usaha budidaya meliputi budidaya ikan sistem minapadi, budidaya ikan teknologi bioflok, alat berat excavator, pembangunan irigasi tambak partisipatif (PITAP). Kemudian kebun bibit rumput laut, mesin pakan, sarana prasarana ikan hias, model usaha ikan konsumsi, bantuan KJA budidaya laut dan model budidaya pakan alami maggot.

Kedua, program bantuan benih, induk ikan dan bibit rumput laut.  Ketiga, bantuan pakan mandiri.  Keempat, klaster tambak udang dan bandeng.

Kemudian kelima,  sarana prasarana produksi tambak.  Keenam, bantuan premi asuransi bagi pembudidaya ikan skala kecil. Ketujuh, bantuan sarana prasarana Unit Perbenihan Rakyat (UPR) dan Hacthery Skala Rumah Tangga (HSRT).

Kedelapan, pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 3 lokasi yaitu Rote Ndao, Sabang dan Sumba Timur. Kenudian, yang terakhir,  Pengujian Residu Produk Budidaya dan Sertifikasi untuk ekspor meliputi sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Perbenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

“ Program-program prioritas ini merupakan dukungan kegiatan strategis pemerintah untuk secara kongkrit akan langsung menyentuh pelaku utama perikanan, dan ini akan berdampak positif terhadap perbaikan struktur ekonomi masyarakat, khususnya terkait dengan peningkatan pendapatan, daya beli, dan penguatan kapasitas usaha,” pungkas Slamet. 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018