Saturday, 29 January 2022


Nelayan Terima Insentif Modal Usaha

12 Aug 2020, 15:34 WIBEditor : indarto

Modal usaha untuk nelayan | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Permodalan menjadi masalah klasik yang selalu dialami oleh nelayan. Mengingat, para nelayan merasa dipersulit ketika mengurus kredit ke perbankan dengan syarat yang berbelit-belit. Akhirnya, nelayan pun enggan mengurus kredit bergulir.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Cirebon---Nelayan di masa pandemi corona (covid 19) tak perlu kawatir untuk mendapatkan modal usaha. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap  (DJPT) akan memberikan akses permodalan kepada nelayan dengan cara  menggandeng perbankan dan lembaga penyedia modal usaha.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga M. Zaini mengatakan, modal usaha sangat diperlukan nelayan di tengah pandemi covid-19. Dengan adanya insentif modal usaha, para nelayan dapat terbantu dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Insentif modal usaha tersebut dapat dimanfaatkan untuk perawatan armada penangkapan ikan, alat penangkapan ikan, mesin kapal perikanan, bahan bakar serta kebutuhan lain yang diperlukan saat melaut. Fasilitasi permodalan untuk nelayan akan terus dilakukan KKP.

" KKP juga telah bekerja sama dengan perbankan agar para nelayan diberikan kemudahan dalam mengakses permodalan," kata Zaini, di Corebon, Rabu (12/8).

Menurut Zaini,  permodalan menjadi masalah klasik yang selalu dialami oleh nelayan. Mengingat, para nelayan merasa dipersulit ketika mengurus kredit ke perbankan dengan syarat yang berbelit-belit. Akhirnya,  nelayan pun enggan mengurus kredit bergulir.

"Tidak ada yang sulit sebetulnya, kekurangan informasi biasanya menjadi sumber permasalahan. Dalam berbagai kesempatan KKP terus melibatkan perbankan unutk memberikan sosialisasi dan tata cara pengajuan permodalan usaha untuk nelayan," papar Zaini.

Berkaitan dengan kunjungan kerja KKP dan Komisi IV DPR RI di Cirebon  tersebut, secara simbolis diserahkan bantuan permodalan untuk nelayan oleh perbankan. Diantaranya Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BJB Cirebon yang menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro dan retail untuk nelayan.

Sejumlah bantuan lain turut diserahkan untuk nelayan secara simbolis. Diantaranya, klaim asuransi nelayan, penyerahan sertifikat keterampilan penanganan ikan (SKPI), sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB). Kemudian,  sertifikat hasil tangkapan ikan (SHTI) lembar awal, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, polis asuransi nelayan mandiri Simantep Jasindo.

Ada juga bantuan sertifikat hak atas tanah (SeHAT) nelayan, bantuan calon induk ikan nila senilai Rp 4 juta oleh Ditjen Perikanan Budidaya serta penandatanganan kerja laut antara pemilik kapal perikanan dan awak kapal perikanan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI  Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya turut mendukung langkah KKP dalam meningkatkan komunikasi dengan nelayan. Nelayan adalah stakeholders utama KKP. Sudah jelas dalam amanat undang-undang bahwa nelayan wajib dilindungi dan diberdayakan.

" Selain diberikan asuransi juga harus diberikan kemudahan permodalan usahanya. Kita juga akan terus memperjuangkan akses nelayan kecil mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi," katanya.

Dedi juga mengapresiasi langkah KKP melalui perizinan perikanan tangkap yang kini dapat dilakukan online hanya 1 jam melalui layanan sistem informasi izin layanan cepat (SILAT).  Upaya ini merupakan terobosan KKP untuk memberikan pelayanan prima yang cepat kepada pelaku usaha perikanan sehingga tidak perlu waktu lama dalam mengurus perizinan perikanan tangkap.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan,  Kota Cirebon memiliki 7 Km garis pantai dan berpotensi menjadi kawasan wisata bahari. Pihaknya berupaya untuk untuk mewujudkan hal ini dengan penanaman pohon bakau dan menjaga kawasan pantai bebas sampah plastik.

"Kawasan ekowisata ini nantinya akan berdekatan dengan PPN Kejawanan, Cirebon. Selain ada aktivitas perikanan di sini juga ada aktivitas pariwisata yang diharapkan dapat menjadi ikon andalan di pesisir Kota Cirebon," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018