Saturday, 19 September 2020


Bimtek Bioflok dan Minapadi Bagi Calon Penerima Bantuan

01 Sep 2020, 11:44 WIBEditor : Indarto

Bimtek bioflok | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Paket bantuan usaha ini antara lain untuk meningkatkan ketahanan pangan, mencegah stunting dan peningkatan gizi. Jadi bagaimana mengatur usaha ini agar menjadi suatu bisnis, sekaligus pemenuhan konsumsi kelompok (seperti pesantren).

 

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menggelar bimbingan teknologi (Bimtek) bioflok dan minapadi di Jambi, 24-27 Agustus lalu. Bimtek ini dimaksudkan untuk meningkatkan keahlian para pembudidaya ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan, Bimtek ini merupakan wadah kegiatan pelatihan bagi para pembudidaya. Melalui Bimtek ini diharapkan hasil ikannya bisa lebih bagus lagi. Peserta Bimtek, khususnya Pokdakan penerima bantuan agar usahanya dapat dilakukan sebaik-baiknya.

Slamet mengatakan, selain penambahan ilmu,  dalam berbudidaya pada kegiatan ini juga dilakukan temu bisnis. " Kami harapkan,  acara seperti ini mampu meningkatkan keahlian baik dalam berbudidaya maupun dalam bisnisnya,” kata Slamet, di Jambi, Selasa (1/9).

Menurut  Slamet,  dengan peningkatan keahlian para pembudidaya otomatis akan meningkatkan ketahanan pangan nasional dan gizi masyarakat. Melalui Bimtek ini dipastikan hasil perikanan akan lebih bagus secara kualitas maupun kuantitas.

" Bimtek ini juga  sebagai wujud meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Oleh karena itu, acara seperti ini tidak hanya digelar di Jambi. Tapi di lakukan di daerah-daerah lain di Indonesia,” paparnya.

Melalui kegiatan ini kelompok penerima bantuan, diharapkan dapat menjadi model atau percontohan bagi masyarakat lainnya. " Bantuan ini diharapkan bisa memberikan kesejahteraan bagi penerimannya, meningkatkan ekonominya secara berkesinambungan," ujarnya.

Slamet juga mengatakan, Pokdakan yang mendapatkan Bimtek diharapkan dapat melanjutkan usahanya secara mandiri. Bahkan,  pada saat pelaksanaan usaha menemui kendala, maka UPT akan mengawalnya.

Menurut Slamet, hasilnya dari paket bantuan usaha ini antara lain untuk meningkatkan ketahanan pangan, mencegah stunting dan peningkatan gizi. Jadi bagaimana mengatur usaha ini agar menjadi suatu bisnis, sekaligus pemenuhan konsumsi kelompok (seperti pesantren).

Slamet menegaskan, upaya peningkatan keahlian pembudidaya sangat penting.  SDM pengelola usaha ini, harus fokus mengelola usaha budidaya lele bioflok secara professional.  Artinya, SDM betul-betul kompeten dan telaten. Begitu pula halnya kepada para penerima bantuan minapadi. Usaha ini juga harus dikelola dengan baik.

“FAO telah memberikan perhatian kepada Indonesia terkait dengan pengembangan minapadi di Indonesia, seperti di Limapuluh Kota," ujarnya.

Libatkan Peserta dari 23 Kabupaten

Ketua Panitia Bimtek, Syamsul mengatakan, peserta Bimtek melibatkan peserta dari 23 Kabupaten di 4 provinsi. Diantaranya, dari  Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Kelompok ini merupakan kelompok yang telah diverifikasi sebagai penerima paket bantuan Bioflok dan Minapadi tahun 2020.

Peserta lainnya adalah Pokdakan dan  11 pondok pesantren yang mendapatkan paket bantuan bioflok dan 6 Pokdakan penerima paket minapadi tahun 2020.

“Peserta Bimtek juga dapat mengakses kegiatan Bimtek ini secara daring, yaitu untuk peserta dari kalangan penyuluh perikanan dinas perikanan di 35 kabupaten,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Amar Sholahuddin mengapresiasi kegiatan tersebut. Amar juga memberikan semangat kepada para penerima bantuan untuk melaksanakan dengan sebaik-baiknya amanah dari DJPB dan dapat melaksanakan usahanya secara berkelanjutan.

" Bantuan ini hanya stimulus saja, diharapkan para pembudidaya dapat mendukung peningkatan gizi masyarakat dan juga para santri di pesantren," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan paket lele bioflok, Handoko dari Pokdakan Sinar Kemilau Perdana yang berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, merasa sangat beruntung dan merasa senang mendapatkan bantuan tersebut. Sebelumnya, Pokdakan ini melakukan usaha budidaya lele disamping rumah dengan menggunakan kolam terpal.

”Saya sangat berterimakasih sekali ikut dalam bagian ini.  Harapannya dengan mengikuti pelatihan dan adanya bantuan ini mampu peningkatan pengetahuan tentang budidaya yang baik dan benar, serta mampu meningkatkan ekonomi kelompoknya,” kata Handoko

Hal Senada diungkapkan Sudirman, anggota kelompok Sawah Maju dan Suryadi dari Pokdakan Mina Karya Maju. Kedua pembididaya ikan dari Kabupaten Empat Lawang merupakan penerima paket bantuan minapadi.  “Kami  sangat berterimakasih, mudah-mudahan mampu meningkatkan taraf ekonomi kami,” ujar Sudirman. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018