Saturday, 19 September 2020


Implementasi Lumbung Ikan Nasional di Maluku

02 Sep 2020, 11:08 WIBEditor : Indarto

Komoditas ikan laut | Sumber Foto:Dok. Indarto

Guna mendorong pengembangan potensi perikanan di Maluku, KKP menyiapkan instrumen anggaran alternatif selain dari APBN. Salah satunya melalui dana Badan Layanan Umum (BLU) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan .

 

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Ambon--- Provinsi Maluku yang sebagian wilayahnya pesisir dan laut  memiliki potensi besar sebagai  sentra kelautan dan perikanan. Provinsi seribu pulau ini bisa menjadi lumbung ikan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo memastikan dukungannya agar provinsi seribu pulau ini bisa menjadi lumbung ikan nasional.  "Kami tidak ingin lumbung ikan nasional hanya sekedar simbol. Tapi kami ingin langsung mengimplementasikan sebagai suatu kenyataan," kata Menteri Edhy di Ambon, Maluku, Rabu (2/9).

Menurut Edhy, potensi perikanan di Maluku sebagian besar berasal dari perikanan tangkap. Daerah ini terletak di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yakni WPPNRI 714, 715 dan 718. Potensi perikanan tangkapnya mencapai 4,6 juta ton (37 persen) dari 12,5 juta total potensi sumber daya ikan nasional.

Meski punya potensi di sub sektor perikanan tangkap, lanjut Edhy,  diharapkan agar sektor budidaya juga bisa tumbuh di Maluku dan dimaksimalkan pemerintah daerah.

Guna mendorong pengembangan potensi perikanan di Maluku, KKP menyiapkan instrumen anggaran alternatif selain dari APBN. Salah satunya melalui dana Badan Layanan Umum (BLU) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

"Ambon potensinya di perikanan tangkap. Di budidaya Maluku tidak kalah dengan daerah lainya. Di Pulau Seram ada tambak yang berhenti, saya berharap bisa dihidupkan kembali," katanya.

Dorongan untuk memajukan perikanan di Maluku pun tak lepas dari keinginan kuat Gubernur Maluku, Murad Ismail. Menteri Edhy pun terkenang salah satu pernyataan Murad sebelum mantan Kakorbrimob Polri itu meletakkan jabatan dan memutuskan untuk mengabdi di Maluku.

"Beliau bilang, 'saya tidak ingin melihat rakyat saya miskin padahal melihat ikan di depan matanya'. Saya perhatikan itu pak sebagai Ketua Komisi IV," kata  Edhy. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018