Monday, 19 October 2020


Aplikasi Laut Nusantara, Bantu Nelayan Tangkap Ikan Lebih Efektif

08 Oct 2020, 11:48 WIBEditor : Indarto

Aplikasi Laut Nusantara | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Fitur yang terdapat pada aplikasi Laut Nusantara diantaranya berupa peta ikan. Pengguna bisa melihat sebaran ikan di tiga wilayah berbeda yakni wilayah pesisir, perairan khusus dan laut lepas.

 

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Seiring berjalannya waktu, nelayan kecil ketika melaut saat ini tak perlu susah lagi untuk menangkap ikan di laut. Nelayan bisa memanfaatkan teknologi yang aman dan efisien saat melaut, dengan aplikasi Laut Nusantara.

Melalui aplikasi Laut Nusantara, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menawarkan sejumlah fitur yang bisa membantu nelayan menangkap ikan. sejak diluncurkan pada tahun 2018,  aplikasi ini telah digunakan lebih dari 35 ribu nelayan se-Indonesia.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja  mengatakan, aplikasi Laut Nusantara bisa diunduh secara gratis di Play Store. “Aplikasi Laut Nusantara telah mentransformasi budaya nelayan  dari mencari ikan menjadi menangkap ikan secara efektif dan efisien,” ujar Sjarief, di Jakarta, Kamis (8/10).

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan, I Nyoman Radiarta mengatakan, fitur yang terdapat pada aplikasi Laut Nusantara diantaranya berupa  peta ikan. Pengguna bisa melihat sebaran ikan di tiga wilayah berbeda yakni wilayah pesisir, perairan khusus dan laut lepas. Kemudian fitur hitung bahan bakar minyak (BBM) untuk memberikan estimasi bahan bakar yang dibutuhkan selama melaut.

“ Selanjutnya harga jual ikan, yang menampilkan perbandingan harga ikan di masing-masing pelabuhan perikanan. Lalu feedback tangkapan guna membantu para nelayan mencatat selama melaut,” katanya.

Nyoman Radiarta juga mengatakan,  aplikasi tersebut juga ada tombol SOS yang menghubungkan pengguna dengan operator jika terjadi hal tidak wajar/kedaruratan. Ada juga fitur live chat untuk nelayan dapat bertanya langsung kepada admin.

Selama 2019, penggunaan aplikasi ini di Kabupaten Bangka Tengah mampu meningkatkan efisiensi penggunaan BBM sebanyak  41,6 persen, dari yang semula 12 liter sekali melaut, menjadi 7 liter. Bahkan,  nilai tukar nelayan (NTN) di Kabupaten Bangka Tengah, dari yang semula 107 menjadi 117 (10 persen). 

"Kemudian peningkatan produksi ikan nelayan di Sukabumi dan Jembrana, masing-masing meningkat 58 persen dan 110 persen," ujarnya.

Fathul Jawat, nelayan asal Jembrana, Bali, mengamini manfaat aplikasi Laut Nusantara. Sebelum mengenal aplikasi ini, dia mengaku tak bisa memperkirakan cuaca. Akibatnya, dia sering diterjang angin kencang saat berada di laut.

"Terkadang saya berangkat cuaca tenang, tau-taunya malam diterjang badai. Nah, sekarang dengan aplikasi ini, saya bisa mengetahui pergerakan angin juga," kata Fathul.

Fathul memastikan semakin tak takut untuk melaut setelah mempelajari fitur-fitur apliksai Laut Nusantara. Termasuk mendeteksi sebaran ikan agar penggunaan bahan bakar semakin efisien.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018