Saturday, 24 October 2020


Manfatkan Lahan Kosong untuk Budidaya Ikan

13 Oct 2020, 12:01 WIBEditor : Indarto

Komoditas udang | Sumber Foto:Dok. Humas BRSDM

Tak hanya masyarakat, penyuluh perikanan pun diajak untuk berwirausaha. Penyuluh diharapkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam usaha budidaya perikanan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidoarjo--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), mengajak masyarakat memanfaatkan tanah kosong yang tidak terpakai untuk budidaya ikan.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, lahan kosong yang tak terpakai bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan. “ Saya  usul dalam waktu dekat kita bikin rencana aksi, jika ada tanah-tanah yang belum termanfaatkan mohon disampaikan ke pak Kadis (Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan) dan ke kami, untuk dikelola masyarakat. Untuk siklus pertama bisa di tempat kami, supaya belajar dulu. Siklus kedua di lahan-lahan idle tadi. Dananya sudah ada dari LPUMKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan),”  kata Sjarief Widjaja, di Sidoarjo, Selasa (13/10).

Menurut Sjarief, dana tersebut berupa pinjaman dengan bunga sebesar 3 persen. Karena berupa pinjaman, para pelaku usaha ia harapkan terpacu semangatnya untuk berhasil, agar bisa membayar pinjaman tersebut tepat waktu.

 “Tak hanya masyarakat, penyuluh perikanan pun diajak untuk berwirausaha. Penyuluh diharapkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam usaha budidaya perikanan,” kata Sjarief.

Pada saat panen udang vaname, di Tambak Udang dan Pusat Studi Mangrove Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, di Pasuruan, Jawa Timur, Sjarief juga mengatakan,  satuan kerja BRSDM, termasuk Politeknik KP Sidoarjo, merupakan milik masyarakat. Politeknik KP Sidoarjo harus menghasilkan manfaat bagi masyarakat yang sebesar-besarnya. Panen udang kali ini merupakan salah satu contohnya.

Politeknik KP Sidoarjo dan satuan Pendidikan KKP lainnya, lanjut Sjarief, mendidik tarunanya untuk mejadi wirausaha. Dengan program vokasi dan pendekatan Teaching Factory (TEFA), para peserta didik mendapatkan porsi praktik yang lebih besar, yaitu 70 persen dan teori 30 persen, sehingga diharapkan para lulusan menjadi wirausaha yang kompeten.

Ke depannya, diharapkan pihaknya dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, melalui satuan-satuan pendidikan tersebut, untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, kerja sama dilakukan dalam wirausaha budidaya perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, Sjarief juga mengajak TNI dan Polri bekerja sama dalam mewujudkan usaha budidaya.  Pada kesempatan tersebut hadir Komandan Rayon Militer dan Kepala Kepolisian Sektor setempat. Sinergi tersebut bukanlah untuk pertama kalinya. Sebagai contoh, pada Tahun 2013 dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara KKP dengan TNI Angkatan Darat (AD) serta Kesepakatan Kerja Sama antara BRSDM (waktu itu bernama Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan) dengan TNI AD.

“ Saya optimis sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi dan peluang yang sangat besar. Ia memaparkan data penduduk Indonesia sekitar 260 juta orang, dengan tingkat konsumsi ikan 51 kg per orang per tahun, sehingga diperlukan 13 juta ton ikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri per tahunnya,” paparnya.

Direktur Politeknik KP Sidoarjo Muhammad Hery Riyadi Alauddin mengatakan, kegiatan panen udang ini sebagai bentuk nyata hasil kegiatan praktek produksi taruna dengan konsep pembelajaran melalui Pendekatan TEFA. Kegiatan panen ini menghasilkan 5 ton udang ukuran 47 ekor/kg.

“ Target produksi sampai akhir  pemeliharaan sebanyak 15 ton dengan ukuran 20 ekor/kg dari tambak udang plastik (Batik) ukuran 5.000 m2 dan sebanyak 800 kg dari modul budidaya dalam Irigasi plastik (Gatik) ukuran 100 m2,” katanya.

Menurut Hery Riyadi,  kegiatan ini juga menjadi edukasi serta percontohan sekaligus pemicu semangat bagi masyarakat serta para pelaku usaha perikanan untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lahan yang ada.  Kegiatan budidaya udang yang produktif berbasis ramah lingkungan ini dilakukan sebagai wujud peran aktif dalam upaya mendukung kebijakan KKP untuk peningkatan produksi budidaya udang.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018