Sunday, 06 December 2020


Dorong Ekspor Udang, KKP Kembangkan Klaster Daya Saing

21 Oct 2020, 14:04 WIBEditor : Indarto

Klaster daya saing | Sumber Foto:Dok. Humas PDSPKP

Ditjen PDSPKP menginisisasi program klaster daya saing melalui fasilitasi kemitraan usaha dan pendampingan akses pembiayaan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Inisiasi tersebut dilakukan di tambak udang Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas

 

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Komoditas udang masih menjadi skala prioritas ekspor produk perikanan sepanjang tahun 2020. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan nilai ekspor udang sebesar 2,5 kali lipat hingga tahun 2024. Guna mencapai target ekspor tersebut, KKP telah menyederhanakan perizinan, dan mengembangkan program klaster daya saing agar penyerapan pasar berjalan beriringan dengan produksi udang.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan,  program ini akan mengintegrasikan usaha sektor kelautan dan perikanan dari hulu ke hilir yang difasilitasi program pengembangan usaha.

"Tujuannya agar daya saing SDM, produk, dan perusahaan bisa terangkat sekaligus mengangkat daya saing daerah dan nasional,” ujar Artati di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Artati, Ditjen PDSPKP menginisisasi program klaster daya saing melalui fasilitasi kemitraan usaha dan pendampingan akses pembiayaan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Inisiasi tersebut dilakukan di tambak udang Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

“ Kami juga memfasilitasi kerjasama usaha antara penyedia benur (CV Manunggal 23) dari Serang-Banten dengan Koperasi Nelayan Paloh Jaya. Dalam  perjanjian kerjasama tersebut disepakati penyediaan benur udang vaname sebanyak 1 juta - juta benur per siklus,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ferry Madagaskar menegaskan dukungannya terhadap inisiasi awal yang dilakukan Ditjen PDSPKP pada Kamis, 15 Oktober 2020. Ferry berharap ada rencana aksi untuk mewujudkannya, mengingat Pemda Kabupaten Sambas berencana membangun kawasan transmigrasi sebagai tempat produksi udang.

"Pembangunan ini melalui pemanfaatan lahan transmigrasi untuk tambak udang vaname," kata Ferry

Hal senada diungkapkan, Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Ilham Sehan Menurut Ilham, lahan tambak di wilayah tersebut tersebar di di Kecamatan Paloh.

Selain itu, terdapat hamparan lahan tambak di Kecamatan Jawai, Pemangkat dan lainnya dengan potensi sekitar 2.600 ha. Lahan tambak tersebut perlu dukungan pembiayaan dan kemitraan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNI Cabang Sambas, Joko Ismono mengatakan, Bank Negara Indonesia (BNI) telah mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 500 juta kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Harapan Bahari. Kelompok tersebut tergabung dalam Koperasi Nelayan Paloh Jaya.

“ Kegiatan ini merupakan perwujudan kerjasama antara KKP dan Bank BNI yang tergabung dalam Pokja Kredit program dalam mendorong akselerasi akses pembiayaan untuk sektor KP,” ujarnya.

Joko juga berharap agar penyaluran KUR ini bermanfaat bagi pengembangan usaha petambak udang di Paloh. “BNI kedepannya akan tetap mendukung pengembangan usaha tambak udang di Kabupaten Sambas," ujar Joko Ismono.

Data menyebutkan, sampai dengan Agustus 2020, nilai ekspor perikanan sebesar 3,28 miliar dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen berupa komoditas udang. Budidaya udang juga berperan untuk menyerap lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan nilai tambah, serta menyediakan sumber protein hewani masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018