Kamis, 20 Juni 2024


Lindungi Ekosistem Pesisir, KKP Bangun Pusat Pembibitan Mangrove di Mempawah

25 Nov 2020, 14:37 WIBEditor : Indarto

Pelatihan olahan mangrove | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

KKP telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Mempawah pada September lalu sebanyak 87.500 bibit yang ditanam di area seluas 35 hektare.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Mangrove berperan penting untuk melidungi ekosistem pesisir. Guna  mendukung upaya pemulihan ekosistem dan ekonomi masyarakat pesisir, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun pusat pembibitan (nursery) mangrove di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

 

Plt. Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu mengatakan, dalam rangka membangkitkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Mempawah, KKP tengah menggulirkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya rehabilitasi kawasan mangrove. Bentuk padat karya tersebut berupa penanaman, pembibitan, dan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove.

 

“KKP telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Mempawah pada September lalu sebanyak 87.500 bibit yang ditanam di area seluas 35 hektare. Dalam program PEN ini KKP akan membangun tempat pembibitan mangrove di area seluas 1 hektare dengan bibit mangrove Rhizopora sebanyak 500.000 bibit,” kata Tb Haeru, di Jakarta, Rabu (25/11).

 

Menurut Tb Haeru, pembangunan pembibitan mangrove akan menjadi sumber stok bibit siap tanam, sehingga kegiatan penanaman mangrove untuk pemulihan ekosistem dapat terus dilakukan tanpa kendala ketersediaan bibit. Masyarakat pun dapat mengambil keuntungan dengan menjual bibit siap tanam tersebut kepada pihak Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) atau pihak lain yang membutuhkan.

 

“Stimulus ekonomi melalui program PEN rehabilitasi kawasan mangrove ini berdampak positif pada pelestarian ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Tb Haeru juga mengatakan, KKP mendorong masyarakat pesisir Mempawah untuk memanfaatkan berbagai derivate atau turunan mangrove seperti buah, kulit, daun mangrove sebagai produk olahan sehingga  dapat dijadikan mata pencaharian alternatif.

 

Menurut Tb Haeru, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) dalam kesempatan tersebut menggelar pelatihan pengolahan produk turunan tanaman mangrove. Pada pelatihan tersebut, KKP turut menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana pendukung pengolahan mangrove kepada Ketua Kelompok penerima bantuan.

 

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) Muhammad Yusuf,  mengatakan, ada dua kelompok penerima bantuan untuk program pelatihan produk pengolahan turunan mangrove di Kabupaten Mempawah. 

 

“Bantuan diberikan kepada Kelompok Agro Mangrove Lestari dan Kelompok Karya Semula yang memanfaatkan turunan mangrove sebagai produk olahan yang dibuat menjadi sirup, dodol dan batik mangrove,” pungkas Yusuf.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018