Saturday, 16 January 2021


Budidaya dan Pengolahan Ikan Mulai Dilirik Investor

24 Dec 2020, 10:47 WIBEditor : Indarto

Investasi sektor kelautan dan perikanan | Sumber Foto:Dok. Humas PDSPKP

Pengolahan dan budidaya adalah bidang usaha dengan kontribusi tertinggi dalam realisasi investasi. Proporsi masing masing 29,53 persen dan 29,22 persen.

 

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Penerapan adaptasi kebiasaan baru mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini tercermin dalam capaian realisasi investasi nasional pada triwulan III tahun 2020 mencapai Rp 209,0 triliun atau meningkat 8,9 persen dari triwulan II tahun 2020 sebesar Rp 191,9 triliun. 

 

Angka tersebut lebih besar 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp 205,7 triliun. Secara kumulatif sepanjang periode Januari-September 2020, kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 611,6 triliun dan mampu menyerap 861.581 orang tenaga kerja.

 

Adapun kinerja investasi sektor kelautan dan perikanan yang bersumber pada PMA, PMDN, dan Kredit Investasi sampai dengan triwulan III-2020, telah mencapai Rp 4,55 triliun atau mencapai 87,33 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp 5,21 triliun .

 

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti  mengatakan,  pengolahan dan budidaya adalah bidang usaha dengan kontribusi tertinggi dalam realisasi investasi. Proporsi masing masing 29,53 persen dan 29,22 persen.

 

“ Realisasi investasi yang bersumber dari PMA sampai dengan triwulan III 2020 didominasi oleh 5 negara yaitu dari Tiongkok, Singapura, Thailand, India, dan Jepang. Total investasi kelima negara tersebut mencapai Rp 1,15 triliun atau 89,17 persen dari nilai total PMA,” kata Artati, di Jakarta, Kamis (24/12).

 

 Dalam forum bertajuk ’Peluang Investasi Kelautan dan Perikanan Unggulan Menyambut Era New Normal’, Artarti juga menyebut 5 provinsi yang menjadi tujuan utama investasi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Maluku, dan Jawa Barat.  Nilai investasi pada kelima provinsi tersebut mencapai Rp2,71 triliun atau 59,41 persen dari total realisasi investasi.

 

Artati menargetkan investasi sektor kelautan dan perikanan selama 2020-2024 sebesar Rp 29,02 triliun. Diharapkan investasi tersebut bisa meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia hingga berdampak pada peningkatan nilai ekspor.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018