Saturday, 16 January 2021


Menteri Trenggono : Indonesia Harus Jadi Produsen Perikanan Dunia

14 Jan 2021, 11:35 WIBEditor : Gesha

Indonesia menargetkan menjadi produsen vaname dunia | Sumber Foto:DJPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan Indonesia menjadi produsen komoditi perikanan dunia, salah satunya udang vaname dengan jumlah produksi 16 juta ton per tahun.

Saat ini, Indonesia termasuk lima besar produsen udang di dunia dengan besaran produksi di bawah 1 juta ton per tahun. Sementara posisi teratas dipegang China disusul Ekuador, Vietnam, dan India.

"Kalau kita berhasil membangun 200 ribu hektare tambak udang dengan dua siklus panen 80 ton per hektare/tahun, maka dalam satu tahun analisa ekonominya bisa menghasilkan hampir Rp1.200 triliun," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Selain tambak vaname, KKP juga akan membangun kampung-kampung perikanan budidaya di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti Kampung Lele, Kampung Patin, Kampung Udang hingga Kampung Kakap.

KKP akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan tersebut. "Ke depan kita mesti desain di satu wilayah dengan pemda, di situ proses hulu sampai hilir. Tinggal kita atur pembiayaannya dari swasta atau negara yang hadir," urainya.

Dua kegiatan tersebut, kata Menteri Trenggono merupakan program unggulan kementerian yang ia pimpin, sejalan dengan tagline-nya mengembangkan perikanan budidaya berkelanjutan. Riset dan teknologi budidaya juga akan diperkuat agar aktivitas produksi tidak mengganggu kelestarian lingkungan.

Ilegal Fishing

Selain fokus pada perikanan budidaya, sistem pertahanan yang kokoh untuk melindungi perairan maritim juga dilakukan KKP bersama Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto.

Ikut serta membangun sistem pertahanan yang kokoh khususnya di sektor maritim menurutnya sangat penting, sebab sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Dampaknya tidak hanya untuk kedaulatan tapi juga menjaga kekayaan laut dari praktik illegal-fishing oleh kapal asing maupun destructive fishing.

Menteri Trenggono memastikan akan memperkuat pengawasan di wilayah rawan Ilegal fishing Menurutnya ekosistem pengawasan terintegrasi menjadi salah satu strategi yang akan didorong agar pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

“Ekosistem pengawasan harus terintegrasi mulai dari kapal pengawas, kelembagaan pengawasan, sumber daya manusia, teknologi serta sarana pendukung lainnya”, terangnya.

Menteri Trenggono menekankan pentingnya ekosistem pengawasan yang terintegrasi sebagai pendekatan yang komprehensif dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dan pemberantasan illegal fishing. Hal tersebut penting agar aparat di lapangan dapat merespons berbagai dinamika dan tantangan dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Lebih jauh Trenggono menyinggung bahwa selain kapal ikan asing ilegal, pemantauan dan pengawasan terhadap kapal Indonesia juga harus dilaksanakan.

“Saya sangat concern dengan isu keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Sumber daya kelautan dan perikanan harus benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegas Menteri Trenggono

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018