Friday, 18 June 2021


Saponin, Cegah Predator Udang dan Bandeng di Tambak

05 May 2021, 07:35 WIBEditor : Yulianto

Bunga camellia | Sumber Foto:dok. istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Budidaya udang dan bandeng di tambak tradisional pada tahap awal, saat 1-2 bulan merupakan masa yang rentan terhadap gangguan. Keberadaan ikan pemangsa atau predator di tambak dalam jumlah yang cukup besar dapat menjadi salah satu faktor gagalnya panen dalam usaha budidaya tambak tradisional.

Penyebabnya, karena kondisi hewan yang dibudidayakan masih muda atau masih berupa bibit benur/nener yang kondisinya lemah, sehingga mudah dimangsa oleh hewan-hewan pemangsa yang lebih besar. Umumnya beberapa ikan pemangsa yang masuk ke tambak tumbuh lebih cepat dibandingkan bibit ikan yang dibudidayakan (bandeng).

Selain ikan predator, ikan-ikan pesaing atau kompetitor seperti lundu/keting, sepat, nila liar, dan lainnya bisa menyebabkan menurunnya tingkat produksi ikan budidaya. Sebenarnya ada cara ampuh untuk lindungi ikan dan udang dari gangguan ikan predator ini yaitu saponin.

Menurut Michael Pitoy, Managing Director PT Surya Multi Satwa, zat Saponin yang terkandung dalam biji tanaman teh Camellia Oleifeira mengandung saponin 12 persen. Zat itu mampu membunuh ikan predator di kolam budidaya ikan dan tambak udang.

Sebagaimana diketahui, keberadaan  ikan-ikan liar yang tidak diharapkan dalam kolam pendederan (nursery pond) dan kolam pembesaran merupakan salah satu faktor yang membahayakan dalam budidaya ikan/udang. “Zat saponin juga bermanfaat untuk merangsang proses ganti kulit (molting) pada udang secara serentak, papar Michael.

Molting atau yang dikenal sebagai pergantian kulit udang adalah salah satu proses yang dilakukan agar volume tubuh udang dapat bertambah besar. Proses ini akan mengganti karapas tubuh udang seutuhnya, sehingga daging di dalamnya akan lebih mudah untuk tumbuh.

Terakhir, zat saponin juga membantu pertumbuhan plankton, karena ampas yang jatuh ke dasar kolan akan jadi pupuk organik. “Selain untuk perikanan tambak, zat saponin juga dapat berfungsi sebagai pestisida pada lahan pertanian yaitu untuk mengendalikan hama keong/siput yang mengganggu tanaman padi di lahan sawah,” lanjut Michael.

Selain produk saponin, PT Surya Multi Satwa juga menjual aneka ragam produk khusus untuk perikanan antara lain, produk untuk kesehatan, suplemen serta vitamin dan produk teknologi pembenihan. Untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi Instagram @sms.id.official.

Cara aplikasi Saponin

Air Payau (ketinggian air ½ m)

  Tahap

  Jumlah

  Keterangan

  Persiapan lahan

  25 ppm

  125kg/ha

  0 – 30 hari

  15 ppm/1 bulan

  75kg/ha

  31 – 90 hari

  10 ppm/2 minggu

  50kg/ha

  91 – 120 hari

  10 ppm/2 minggu

  50kg/ha

Air Tawar (ketinggian air ½ m)

  Tahap

  Jumlah

  Keterangan

  Persiapan lahan

  50 ppm

  250kg/ha

  0 – 30 hari

  30 ppm/1 bulan

  150kg/ha

  31 – 90 hari

  20 ppm/2 minggu

  100kg/ha

  91 – 120 hari

  20 ppm/2 minggu

  100kg/ha

·         Rendam dalam air selama 6-12 jam agar Saponin larut dalam air

·         Taburkan secara merata rendaman larutan dan ampasnya ke kolam. Hidupkan kincir air agar makin merata

Pertanian:  Tebarkan di sawah dengan dosis 100kg/ha.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018