Tuesday, 03 August 2021


Ternak Lele Bioflok, Isi Waktu Luang Bripda Firdaus

12 Jul 2021, 06:22 WIBEditor : Gesha

Bripda Firdaus bersama kontributor Sinar Tani (kiri) | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar -- Situasi pandemi Covid-19, berdampak terhadap sendi perkonomian masyarakat. Bripda Firdaus mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, yaitu ternak Lele dengan metode  Bioflok. 

Setiap usai bertugas, keseharian waktunya dimanfaatkan untuk memelihara Lele dalam 4 unit Bioflok di Gampong Tanjong Selamat, kecamatan Darussalam Aceh Besar.

"Apalagi kondisi Pandemi Covid-19, saya manfaatkan waktu luang untuk menambah penghasilan, " tukas polisi yang kini bertugas di Shabara Polda Aceh sejak 2016.

Untuk membuat Bioflok berukuran 3 x 1 meter lengkap dengan instalasinya menghabiskan biaya sekitar Rp 2.500.000/unit. Sedangkan untuk benih lele yang ditebar lebih kurang 10 ribu ekor. Benih yang dipelihara berukuran 8 cm, harga per ekor Rp 350 per ekor.

Untuk pakan diberikan dua kali yakni setiap pagi dan sore hari. Saat pertama ikan dipelihara diberikan pelet sebanyak 0,5 kg. Setiap bulan untuk 4 unit kolam menghabiskan pakan 2 sak dengan harga pakan Rp 360.000/sak. Namun akan terus bertambah seiring meningkatnya masa pertumbuhan. 

Dalam menjalankan bisnisnya, Firdaus tidak bekerja sendiri, ia turut dibantu Ilham Riski yang juga teman akrabnya. 

Ikan lele yang dipeliharanya kini tumbuh baik dan sudah berumur satu bulan. Untuk mengatasi penyakit sambungnya, kita perlu mengganti air dengan cara menambah air baru. Rencananya nanti saat panen akan digilir setiap bulan, dengan cara pensortiran berdasarkan ukuran dan beratnya. 

"Sebelumnya kami juga sudah pernah panen. Dari 8.000 ekor yang dipeliharanya ia mendapatkan hasil 600 kg dan saat dijual harganya Rp 18.000 per kilogram," bebernya. 

Penjualannya pun langsung ke agen penampung. "Untuk membangun komunikasi saya juga tergabung dalam komunitas bioflok Aceh," kata Firdaus. 

Pria lajang ini lebih memilih menempati rumah shelter yang dibeli seharga Rp 21 juta/unit. Kalau saya sewa kan mahal Rp 10 juta per tahun. "Jadi mendingan tinggal disini, bisa memelihara Ayam dan juga berkebun dengan tanaman sayuran organik," timpalnya.

Firdaus anak pertama dari dua bersaudara kelahiran Beurandeh kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya 23 tahun lalu merupakan sosok milenial yang sabar dan ulet. Walaupun kedua orangtuanya berprofesi sebagai guru, tapi sebagian gajinya disisihkan untuk membantu adiknya yang sedang kuliah di Medan.

Dengan adanya kegiatan kecil seperti ini kata dia, selain dapat bermanfaat bagi diri sendiri, karena menambah penghasilan juga turut menyebarluaskan inovasi teknologi kepada masyarakat."Sehingga untuk kebutuhan ikan lele tidak perlu lagi di pasok dari luar," harapnya. 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018