Thursday, 23 September 2021


Pemda Banten Bangun Pelabuhan Perikanan Terpadu  

31 Aug 2021, 18:48 WIBEditor : Yulianto

Pelabuhan perikanan Labuan di Provinsi Banten | Sumber Foto:Dok. Pemprov Banten

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang---Potensi kelautan dan perikanan di Provinsi Banten sangat besar.  Karena itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut. Pemerintah Provinsi Banten juga akan mengembangkan beberapa pelabuhan perikanan.

“Potensi kelautan dan perikanan sangat baik dan harus dikelola dengan baik,” kata Gubernur saat Webinar bersama alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, beberapa waktu lalu. 

Wahidin mencontohkan, potensi benur di wilayah selatan Banten cukup baik. Misalnya, potensi budidaya sidat yang sudah diekspor ke Jepang. Sayangnya, masih hasil tangkapan liar.

Menurutnya, posisi geostrategis Banten yang memiliki tiga karakteristik perairan di sekelilingnya dengan jenis ikan dominan berbeda di setiap karakteristik perairan. Karenanya, potensi kelautan dan perikanan di Banten sangat potensial untuk dikembangkan. “Potensi kelautan dan perikanan di  Banten harus dikelola dengan baik, terencana dan terarah,” ujar Wahidin

Keuntungan lain adalah karena Provinsi Banten menjadi wilayah penyangga bagi Provinsi DKI Jakarta, sehingga wilayah perairan Banten bisa menjadi pengembangan pelabuhan alternatif. Saat ini, Pemprov Banten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) fokus menggali dan mengembangkan potensi kelautan dan perikanan, baik laut maupun darat. “Kami akan menyediakan berbagai sarana atau fasilitas, guna menunjang penggalian potensi perikanan,” ujarnya

Sementara itu Kepala DKP Pemprov Banten, Eli Susiyanti mengatakan, terdapat banyak kegiatan pengembangan perikanan, khususnya yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.  Dalam upaya pengembangan perikanan di Pelabuhan Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, pada tahun 2021 akan dibangun break water, pemagaran, revitalisasi kios, revitalisasi docking, dan pembangunan tempat pemasaran ikan.

Selain itu, juga akan dibangun docking di Pelabuhan Perikanan Pantai Labuan, Kabupaten Pandeglang. Pemprov Banten juga sudah membuat road map pembangunan pelabuhan perikanan yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) transisi 2023-2024 maupun RPJMD 2025-2029.

Selain itu, kata Eli, Banten akan mengembangkan pelabuhan terpadu di wilayah Banten Selatan.Pelabuhan Perikanan (PP) Binuangeun, Lebak dan Pelabuhan Perikanan Cikeusik, Pandeglang. Pembangunannya secara bersama dengan standar kelas PPI. 

PP Binuangeun dan Cikeusik akan dibangun secara terintegrasi dan terpadu menjadi Kawasan Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan (Binuangeun-Cikeusik). Harapannya pelabuhan terpadu tersebut menjadi landmark Provinsi Banten.

"Konsepnya adalah pelabuhan perikanan internasional dan pelabuhan perikanan modern yang dilengkapi e-fishing port dan sistem resi gudang-cold storage. Konsep lainnya, pola cost-profit sharing Pusat, Provinsi dan Kabupaten," kata Eli. 

Masih terkait pengembangan pelabuhan terpadu Binuangeun-Cikeusik, Kepala DKP mengatakan, wilayah Binuangeun sebagai sentra pelabuhan perikanan, pergudangan, industri pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan.

Sedangkan wilayah Cikeusik akan dibuat sentra wisata bahari, kuliner, pendidikan dan pelatihan, riset kelautan dan perikanan. Rencana tersebut akan dikaji bekerja sama dengan Untirta, STP, UPI dan BMKG. 

Melalui pembangunan kawasan pelabuhan terpadu, kata Kepala DKP, diharapkan akan tumbuh aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, meningkatnya kinerja pembangunan kelautan dan perikanan, seperti produksi perikanan tangkap. “Diharapkan juga akan ada penikatan nilai tukar nelayan, pendapatan nelayan, tingkat konsumsi ikan, retribusi, PDRB dan ekspor perikanan,” katanya

Dampak lainya, kata Eli, terjadi kesesuaian dan keselarasan (perikanan, pariwisata, riset, konservasi dan lain-lain), harmonisasi kepentingan Pemerintah Daerah dalam hal Tempat Pengelolaan Ikan dan tempat wisata serta penataan kawasan kumuh. 

"Rencana tahapan pembangunan PP Cikeusik meliputi pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pokok, revitalisasi lahan dan penduduk, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas fungsional serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas penunjang," kata Eli. 

 

Reporter : Suroyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018