Thursday, 23 September 2021


Curug Barang, Pandeglang Disulap jadi Food Estate Ikan Air Tawar

31 Aug 2021, 19:09 WIBEditor : Yulianto

Kolam ikan di Curug Barang, Pandeglang | Sumber Foto:Pemprov. Banten

TABLOIDSINARTANI.COM, Banten---Pemerintah Provinsi Banten mendorong pengembangan budidaya ikan tawar di Curug Barang, Kab. Pandeglang. Bahkan di wilayah itu akan disulap menjadi food estate ikan air tawar.

Kegiatan ini didukung dengan prasarana lahan seluas 5 ha. Di lokasi tersebut saat ini terdapat sebanyak 92 kolam aktif dengan dukungan sumber air melimpah sepanjang tahun dari Gunung Pulosari dan Gunung Karang. Pada tahun 2021 ini, kegiatan ini ditargetkan memproduksi benih ikan sebanyak 1 juta ekor. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Banten, Eli Susiyanti mengatakan, kegiatan pengembangan budidaya ikan tawar di Curug Barang akan dikembangkan lebih luas pada tahun 2022 mendatang. Sudah direncanakan penambahan kolam sebanyak 40 kolam ikan pada 1 hektar lahan sawah.

Selain, sebagai pusat produksi benih ikan, Curug Barang akan disulap menjadi Kawasan Food Estate untuk komoditas ikan air tawar. Caranya dengan pengoptimalan lahan sawah seluas 1 ha dengan konsep wisata Desa dengan perpaduan ketahanan pangan (Ikan dan Padi/ Mina Padi), wisata edukasi perikanan/ magang/ pelatihan,  serta wisata outbound, jogging track dan wisata kuliner.

Pada tahun ini, Pemprov Banten sudah mendistribusikan sebanyak  116.550 ekor benih unggul. Benih tersebut didistribusikan kepada 28 kelompok penerima di Kab. Serang, Kota Serang, Kab. Pandeglang, Kab. Tangerang dan Kab. Lebak.

“Target penyediaan bantuan benih bermutu tahun 2022 meningkat menjadi sebanyak 2 juta ekor. Selain itu, ditambah dengan target penyediaan bantuan induk unggul sebanyak 10.000 ekor,” tuturnya

Selain itu, Pemprov juga, Pemprov Banten melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan fokus membantu permodalan nelayan, melalui konsultan keuangan mitra bank (KKMB). Tahun 2019 terdapat pengajuan dari 36 nelayan permodalan senilai Rp 3 miliar dan terealisasi RP1,4 miliar. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 44 nelayan mengajukan Rp1,2 miliar dan tahun 2021 sebanyak 19 nelayan mengajukan Rp 420 juta dan masih dalam proses. 

Sementara, realisasi bantuan premi asuransi nelayan Provinsi Banten pada tahun 2018 ditargetkan sebanyak 8.500 dan terealisasi 6.926 dan mandiri 907. Sedangkan tahun 2019 dari target 2.250 terealisasi 1.361 dan mandiri 82 nelayan.

Upaya lain yang dilakukan Pemprov Banten adalah identifikasi hak atas tanah nelayan Provinsi Banten tahun 2021. Di Lebak, dari target 300 terealisasi 100 persen, Pandeglang dari target 375 terealisasi 367, dan Kabupaten Serang terealisasi 100 persen dari jumlah 150. "Ada juga program sertifikasi awak kapal, yaitu sebanyak 1.193 orang dan sebanyak 1.038 orang dinyatakan lulus," ungkapnya. 

 

Reporter : Suroyo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018