Thursday, 23 September 2021


Irvandra Cukupi Gizi Harian dengan Budidaya Ikan Kolam Terpal

31 Aug 2021, 22:10 WIBEditor : Gesha

Kolam terpal Irvandra | Sumber Foto:ISTIMEWA

 TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --- Saat Pandemi Covid-19 ini, masyarakat  melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kejenuhan. Pasalnya hanya untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Irvandra memanfaatkan pintu bekas menjadi kolam dan memelihara ikan. Dengan masa pemeliharaan yang sudah berjalan selama dua bulan, ikan yang dipanen sudah berukuran sekitar 20 cm/ekor. 

Lantaran jenuh menghadapi situasi pandemi, dirinya terinspirasi saat melihat channel di Youtube yang banyak memberikan pembelajaran tentang beternak ikan air tawar di kolam terpal. "Jika melihat barang-barang bekas di sekitar rumah dan tidak bermanfaat, sebaiknya jangan terlalu cepat disingkirkan. Apalagi dibuang, kalau dibuang butuh biaya angkutan lagi," ungkap Irvandra Fatmal mengawali wawancara khusus dengan Sinar Tani.

Satu unit pintu bekas berukuran lebih kurang 2 x 1 meter itu, diletakkan di antara sisi dinding beton dapur rumahnya dan pagar seng. Kemudian memasang terpal agar dapat menahan air. Ketinggian air tetap dipertahankan agar tidak melebihi 70 cm. "Terpal kolam kan A12 (2x1 m) saya beli Rp 72.000, sedangkan bibit ikan nila dan bawal sebanyak 400 ekor harganya Rp 160.000," sebut Irvandra saat ngopi pagi bersama tabloidsinartani.com.

Irvandra Fatmal kelahiran Meulaboh tahun 1985 merupakan alumni Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) 2020 mengungkapkan, untuk menghemat air dia berinovasi membuat filter. Dengan memanfaatkan Ember kaleng cat bekas 25 kg. 

"Dalam ember terdapat beberapa lapisan filter, lapisan pertama digunakan Batu Zeolite, biofoam 2 lapis, bioring dan bio Ball kemudian ditutup dengan rapat menggunakan kapas busa 2 lapis. Kemudian dimasukkan kembali bioring, bio Ball dan tutup bekas aqua galon kemudian sebagai pengganti jaring nelayan kita menggunakan kelambu bekas serta menggunakan beberapa batu zeolite sebagai pemberat filter tersebut," bebernya.

Dirinya membuat lapisan filter tersebut untuk menetralisir kandungan kaporit di dalam air. Sementara untuk ketersediaan makanan ikan alami, air yang di dalam terpal didiamkan selama 3 - 4 hari. Dengan ditambahkan EM4 dan boster ikan (probiotik) agar tumbuh pakan alami bagi ikan.

Dia menjelaskan, benih ikan yang akan ditebar terlebih dahulu di Aklimatisasi/Adaptasikan selama 30 menit. "Hal ini penting, gunanya untuk menyesuaikan suhu lingkungan," jelas Irvan yang juga pengelola situs website di BPTP Aceh.

Dalam waktu dekat dia akan berinovasi lagi yakni memanfaatkan air kolam tersebut untuk dialirkan ke dalam rak sistem aquaponik. Dengan inovasi teknologi ini dia bisa menghemat uang belanja. "Artinya untuk ikan dan sayuran saya tidak perlu membeli di pasar lagi," timpalnya. 

Kalau memelihara ikan dan menanam sayur sambungnya, hasil panen nanti lumayan buat dikonsumsi dan dibagi ke tetangga. "Ukuran kolamnya boleh saja kecil, tapi tidak ada keuntungan yang besar jika tidak dimulai dari hal hal kecil," ujarnya berfilosofi.

Irvandra sebenarnya tidak memiliki latar belakang beternak ikan. Semuanya dilakukan dengan kreativitas dan tekad untuk belajar. 

Irvandra Fatmal menyelesaikan program S1 di kampus yang sama dengan mengambil jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Di sela-sela kuliahnya saat itu dalam waktu bersamaan dirinya juga mengikuti kursus sebagai Teknisi Computer di Institut Teknologi Terapan (ITT) Banda Aceh.

Ayah dua anak ini sekarang bekerja sebagai tenaga honorer di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Di kantor dia bekerja sebagai admin situs web nad.litbang.pertanian.go.id.dan admin media sosial yang ada di BPTP Aceh.

Pada tahun 2016 di tangan dinginnya, situs Web BPTP Aceh mampu masuk nominasi 10 besar lingkup Kementerian Pertanian. "Selanjutnya tahun 2017 Web kita alhamdulillah meraih urutan ke 5 terbaik lingkup BPTP se Indonesia. Padahal sebelumnya menduduki urutan ke 24," kenangnya bangga.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018