Monday, 06 December 2021


Kelompok Pengolahan Produk Perikanan Aceh Tamiang Lakukan Magang

18 Oct 2021, 08:46 WIBEditor : Gesha

Kelompok pengolah ikan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang -- Untuk memberdayakan kelompok pengolahan perikanan agar lebih maju dan berkembang, pihak Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) kabupaten Aceh Tamiang mengajak 12 anggota kelompok untuk magang ke unit pengolahan ikan (UPI) Belia Jaya dan kunjungan ke UPI Jelly Fish di Banda Aceh.

Peserta terdiri dari kelompok Jasa Laot, Wanita Lestari, Nila Sejahtera (Seruway), Makmur Sejahtera, Makchiek (Karang Baru) dan Mawar, Godang Jaya (Manyak Payed) dan Gembung Rebus kec Rantau.

Dari kunjungan tersebut mereka dilatih dan melakukan praktek langsung membuat olahan ikan seperti Dinsum, Otak-otak, Ekado dan Nugget berbahan dasar ikan.

"Dengan melakukan magang peserta diharapkan dapat memproduksi hasil ikan bersama kelompoknya. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan peluang usaha yang memiliki daya saing," ujar Imelda Siregar SH, Kasi Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Aceh Tamiang kepada tabloidsinartani.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan selain untuk meningkatkan mutu SDM dalam hal pengetahuan mengolah hasil perikanan, juga menambah wawasan dan pengetahuan tentang manfaat dan nilai gizi. "Selain itu dari olahan ikan dapat memberikan nilai tambah produk serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan kelompok," harapnya.

Sementara Kepala DPKP  melalui Syukri, SP, MSi selaku Kabid Pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan didampingi Amri, SPi Kasi Pemberdayaan Nelayan mengungkapkan di wilayahnya terdapat 3.500 nelayan. Rata-rata hasil tangkapan ikan, udang, kepiting termasuk cumi - cumi dan gurita mencapai 7000 - 8000 ton/tahun. 

Sedangkan pada bulan tertentu sambungnya hasil udang sabu tangkapan nelayan berlimpah. Biasanya kelompok di Kuala Peunaga dan Camar Laut kampung Kuala Pusung Kapal, kec. Seruway membuat olahan menjadi belacan (Red terasi).

"Produksi belacan tutok dari Kuala Peunaga sangat terkenal, karena selain aroma yang khas, cita rasanya pun menjadi primadona. Namun jika pembaca masih penasaran dengan rasa dan aroma Belacan Tutok dapat menghubungi melalui WA. 0822 8290 2073," ujar Syukri berpromosi

Sedangkan untuk ikan yang ekonomis rendah (caru, talang dan kresek)  masyarakat mengolah untuk dijadikan ikan asin dan kerupuk ikan. Ia menganjurkan kepada nelayan saat ikan ekonomis rendah hasilnya berlimpah perlu diolah terlebih dahulu sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi. 

Selama ini di Aceh Tamiang hanya tersedia 1 unit Integrated Cold Storage (ICS) hanya dapat menyimpan 30 ton pembekuan ikan. Syukri menambahkan dalam tahun ini melalui dana Otsus akan menambah kapasitasnya menjadi 100 ton. "Untuk hasil tangkapan udang, ikan selayar, kakap dan kerapu selain dijual ke beberapa wilayah di Indonesia juga diekspor ke mancanegara," bebernya.

Sedangkan jenis ikan seperti tongkol, gembung dan ikan kambing jika hasilnya berlimpah diolah untuk berbagai produk turunan. 

Selama tiga hari berada di Banda Aceh, peserta melakukan kunjungan ke pabrik teknologi pengolahan dan pengemasan. Peserta terdiri dari beberapa kecamatan seperti Seruway, Tanjung Seumentoh, Rantau, Karang Baru dan kecamatan kota Kualasimpang. 

"Dengan adanya pelatihan ini kami dapat memanfaatkan sarana yang diberikan Dinas, untuk mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga serta masyarakat," ujar Siti Aisyah salah satu peserta dari Seruway.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018