Monday, 06 December 2021


Tanggulangi Stunting, Kemenko Marinves Genjot Produksi Ikan Gabus

27 Oct 2021, 15:16 WIBEditor : Yulianto

Koperasi Kota Galuh di Serdang Bedagai | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai---Ikan Gabus menjadi salah satu komoditas yang mampu untuk menanggulangi stunting  dan dampak Covid-19 di Indonesia. Karena itu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinves) mengajak masyarakat meningkatkan produksi ikan tersebut.

Asisten Deputi Hilirisasi Sumberdaya Manusia Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Amalyos mengatakan, produksi ikan gabus secara nasional mengalami peningkatan, Misalnya tahun 2019 sebanyak 7.507.358 ton dan tahun 2020 menjadi 8.929.282 ton.

Saat ini provinsi yang memproduksi ikan gabus adalah Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Pengembangan dan pemanpaatan ikan gabus saat ini sangat penting anak yang terkena stunting dan terlebih sulitnya perekonomian masa covid19,” katanya.

 

Menurutnya, ada hal yang sangat penting adalah kandungan protein dan albumin ikan gabus. Secara medis kandungan itu sebagai antimiktoba, anti inflamasi, pereda nyeri dan penyembuhan luka pasca operasi.

“Tantangan ke depan adalah produkai yang sulit berkembang, sehingga perlu inovasi berkelanjutan yang efektip,” ujarnya saat kunjungan ke pembudidaya ikan gabus Koperasi Kota Galuh Mandiri yang tergabung dalam Masyarakat Ikan Gabus Indonesia (MIGI).

Dengan program Masyarakat Ikan Gabus Indonesia  (MIGI) di Serdang Bedagai bersama UKM/BINUS, serta pengolahan bahan ekstra dari Farmasi USU serta PT Kimia Farma, serta Rumah sakit perlu pengembangan ikan gabus sebagai bioproduct dan biotechnology.

Ketua Koperasi Kota Galuh Mandiri, Sutrisno mengatakan, pihaknya kini mengelola 40 kolam ikan terpal dan kolam pemijahan seluas 2 ha. Usaha ini sudah dilakukan selama 4 tahun.

 

Saat ini Koperasi Kota Galuh menerima ikan gabus dari masyarakat dengan berat 300 gram/ekor dengan harga Rp 35.000/kg dalam keadaan hidup. Ikan ini akan dijadikan sumber bahan baku ekstra ikan gabus.

“Selain dari masyarakat, kami juga mendapatkan ikan gabus dari tempat lain akan dijadikan bahan baku ekstra ikan gabus,” katanya. Sutrisno mendapatkan bibit ikan dari Pulau Jawa.

Sementara Kadis Kelautan dan Perikanan  Sri Wahyini Pancasilawati berharap, ke depan peternak ikan gabus bisa melakukan Bimbingan Teknis secara rutin dan berkesinambungan. Selain sebagai mata pencaharian juga sebagai tambahan gizi keluarga.

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018