Monday, 24 January 2022


Pertama di Sulsel, Petani Rumput Laut Bulukumba Gunakan Keramba Bantuan Pemda

31 Dec 2021, 16:32 WIBEditor : Herman

Bupati Andi Utta beri bantuan keramba dan rumpon

TABLOIDSINARTANI.COM, Bulukumba – Dorong peningkatan kualitas dan produktifitas rumput laut di Bulukumba,  Bupati Muchtar Ali Yusuf menyerahkan bantuan keramba dan rumpon bagi para nelayan. Penggunaan keramba untuk pertanian rumput laut ini digadang sebagai yang pertama di Sulawesi Selatan.

Gerakan 1000 rumpon yang dicangkan Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf diawal pemeritahnnya, kini terus berlanjut. Kali ini Bupati Andi Utta menyerahkan 11 unit rumpon kepada 5 kelompok tani yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Bukan hanya rumpon, Bupati juga menyerahkan bantuan keramba rumput laut sebanyak 10 unit kepada 4 kelompok tani budidaya rumput laut.

Penggunaan keramba dalam pertanian rumput laut, diklaim Andi Utta sebagai yang pertama diterapkan di Sulawesi Selatan. Ada pun di wilayah lain baru ia temukan penggunaan keramba rumput laut di Taiwan, sedangkan di Indonesia sudah digunakan di wilayah Batam, Sumatera dan Jawa.

Penggunaan keramba pada budidaya rumput laut bisa lebih maksimal, lebih tertata rapi dan tidak mengganggu sebagaimana jika menggunakan tali bentangan yang selama ini digunakan petani rumput laut.

Andi Utta mengaku pernah mendengar bahwa penggunaan keramba yang berbahan pipa paralon sudah pernah dicoba di sekitar perairan Kecamatan Gantarang, namun tidak berhasil karena menggunakan pipa 2 inchi yang menyebabkan tidak bertahan lama. Sementara keramba yang dihibahkan ke kelompok tani rumput laut ini adalah pipa paralon ukuran 4 inchi.

“Jika menggunakan keramba bisa menghasilkan produksi rumput laut tiga kali lipat dari penggunaan tali bentangan,” ungkapnya.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil, Yusli Sandi mengemukakan keramba rumput laut yang dibuat tersebut merupakan usulan atau program dari Bupati Andi Utta yang menginginkan produksi rumput laut lebih meningkat dan berkualitas.

Kelebihan dari keramba ukuran 4×2 meter tersebut dibanding tali bentangan, kata Yusli adalah rumput laut tidak patah diterjang ombak, serta rumput laut tidak dimakan ikan karena ada jaring yang melindungi.

Namun yang paling penting rumput laut tidak perlu lagi diikat karena dapat menghambat pertumbuhannya,” terang Yusli.

Senada yang disampaikan Yusli, salah seorang penerima keramba rumput laut dari Kelurahan Kalumeme, Rusdi mengatakan penggunaan keramba bisa menghemat biaya produksi oleh karena tidak perlu lagi membiayai tenaga untuk mengikat bibit rumput laut di tali bentangan sehingga dapat menghemat tenaga operasional baik saat membibit maupun saat melakukan panen.

“Penggunaan keramba ini juga tidak mengotori perairan dengan banyaknya botol yang terbentang di laut,” kata Rusdi yang mengaku sudah lima tahun menggeluti usaha budidaya rumput laut.

Sementara untuk rumpon, Andi Utta menyebut alat tersebut bukan alat tangkap tapi lebih pada pengganti terumbu karang sebagai tempat hidup planton yang menjadi makanan ikan sehingga akan menarik ikan untuk berkumpul di sekitar rumpon. Adapun rumpon yang dibagikan tersebut, Andi Utta menjamin lebih kuat karena menggunakan tali berkualitas dengan ukuran 24, bukan tali ukuran 18 sebagaimana yang digunakan nelayan selama ini.

“Rumpon ini adalah rumpon dalam bukan rumpon dangkal, sehingga tali yang dibentang bisa sampai 1000 meter ke bawah,” bebernya.

Andi Utta berharap, rumpon tersebut bisa dijaga dan dipelihara sehingga penggunaanya lebih lama dan menghasilkan ikan lebih banyak. Kalau perlu untuk daun yang digunakan bisa diganti setiap 6 bulan. 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018