Saturday, 29 January 2022


Aceh Tamiang Kini Miliki Klaster Udang Vaname

04 Jan 2022, 08:58 WIBEditor : Gesha

Klaster udang Vaname dibuka di Aceh Tamiang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TB. Haeru Rahayu, meresmikan tambak percontohan Program Klaster Pengembangan Udang Vaname, ditandai pelepasan 2 juta ekor benur udang dan penanaman bakau secara simbolis di lokasi  Kampung Dagang Setia, Manyak Payed, Aceh Tamiang. 

“Tiada kata lain, selain bersyukur (kepada Allah) dan berterima kasih kepada Pak Dirjen dan KKP yang telah mengalokasikan anggaran klaster pengembangan udang vaname di Aceh Tamiang. KKP luar biasa!,” ujar Bupati Mursil semangat. 

Sementara itu, Dirjen Haeru menjelaskan, hadirnya klaster tambak udang vaname berkat kerjasama antara KKP dengan Pemkab Aceh Tamiang. Haeru menyebutkan, perhitungan di atas kertas, hasil panen udang vaname mampu mendongkrak pendapatan pembudidaya udang setempat. Ia meyakini kenaikan pendapatan tersebut menjadi pemantik multiplayer effect bangkitnya ekonomi masyarakat sekitar.

“Hasil kajian teknis tadi disampaikan, per sekali panen, para pembudidaya mendapatkan lebih Rp. 10 juta, tiga kali UMP Aceh. Kami yakin sekali ini bisa berhasil, sehingga nanti kita akan kembangkan lebih luas dengan melibatkan ribuan petani tambak lainnya,” sebutnya.

Lebih lanjut Haeru mengatakan, meski dengan anggaran yang terbatas, Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap berusaha optimal membantu mengembangkan potensi perikanan lokal di Aceh dan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami hanya membantu satu klaster di sini. Tentunya kami berharap, akan hadir klaster kedua, ketiga dan berikutnya yang tumbuh dari para petani tambak sendiri,” tambahnya lagi. 

Dijelaskan Haeru, seluruh potensi perikanan yang ada, perlu dimanfaatkan dengan baik. Tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat pesisir, sehingga ekonominya lebih bangkit dan taraf hidupnya lebih meningkat.

Menurutnya, komoditas udang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya pasar ekspor udang sangat tinggi, dan Indonesia menjadi salah satu produsen udang terbesar di dunia. Oleh karenanya, produksi udang harus didorong terus. Dan untuk mengejar itu, harus mampu memanfaatkan daerah potensial produksi diantaranya adalah Aceh Timur  dan Aceh Tamiang ini.

"Aceh Tamiang dan Aceh Timur merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk sebab kondisi air dan lahannya sangat cocok untuk pengembangan tambak udang. Model tambak berkelanjutan yang dibangun merupakan kawasan tambak ideal karena terdiri dari petak pengelolaan air bersih, petak produksi, petak pengelolaan air limbah dan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan penyangga untuk mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan dan ramah lingkungan, " bebernya. 

Upaya pembangunan klaster ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa komoditas udang diharapkan bisa membantu perekonomian nasional. Dengan menargetkan peningkatan ekspor udang nasional sebesar 250% pada tahun 2024. Meski begitu proses budidayanya tetap mengacu pada prinsip produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018