Tuesday, 17 May 2022


Revitaliasi Tambak Udang, Langkah KKP Tingkatkan Produksi

11 Mar 2022, 14:07 WIBEditor : Herman

Revitalisasi Tambak Udang di Aceh | Sumber Foto:kkp.go.id

TABLOIDSINARTANI.COM,  Jakarta --- Meningkatkan produktifitas udang nasional menjadi salah satu target utama Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP). Karena itu berbagai terobosan dilakukan, salah satunya dengan merevitaliasi tambak tradisional menjadi tambak semi intensif dan modern dengan produktifitas tinggi.

Menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen udang terbesar didunia, merupakan target utama Pemerintah. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya terus melakukan berbagai langkah.

Dingkapkan Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian dan Kelautan Perikanan, Tinggal Hermawan, S.Pi, M.Si, Perkembangan produksi udang tanah air terus mengalami peningkatan. Dari total produksi 863.119 ton atau sekitar Rp. 53 triliun di tahun 2019, meningkat menjadi 884.939 ton dengan nilai hampir Rp 55 trilun pada tahun 2021. Hal ini membuat Indonesia saat ini bersaing dengan Negara seperti India dan Ekuador dibawah Cina sebagai Negara produsen udang terbesar didunia.

“Pak presiden menginginkan di tahun 2024 nilai ekspor udang kita naik 250%, dari sekitar  $ 2 Milyar  menjadi sekitar $ 5 Milyar. Dengan produksi 2 juta ton di 2024 kita bisa menjadi produsen udang ke 2 di dunia setelah Cina dan hal tersebut merupakan target yang menantang,” ungkapnya saat berbicara pada webinar Geliat Bisnis Udang dan Unggas di Tahun Macan Air, Kamis (10/3).

Dijelaskan Tinggal, untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan 3 terobosan. Yang pertama penerapan kegiatan tangkap ikan terukur disetiap WPP untuk keberlanjutan ekologi, peningkatan kesejahteraan nelayan dan juga meningkatkan PNBP sebagai kontribusi peningkatan ekonomi kepada Negara

Selain itu dilakukan pengembangan budidaya berbasis eksport, dimana terdapat 4 komoditas perikanan budidaya yang merupakan komoditas ungulan di pasar global yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut.

Dan terobosan lain ialah pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di perairan tawar, payau dan laut serta kampung nelayan maju.

“Langkah untuk meningkatkan ekspor 250% kita akan melakukan beberapa langkah antara lain pertama evaluasi pertambakan udang nasional,“ ungkapnya.

Setelah dilakukan evaluasi, KKP mengeluarkan kebijakan dengan program yang utama adalah merevitalisasi tambak-tamabk tradisonal yang produksitifitasnya sangat rendah.

“Itu akan menjadi 2 program yang pertama merefitasliasi tambak-tambak tradisional menjadi tradisional plus atau semi intensif. Dan yang kedua merefitalisasi juga tambak tradisonal ini menjadi model tambak modern dengan produktifitas tinggi dengan teknologi yang modern, Selain itu juga dilakukan langkah untuk menarik investasi terkait pertambakan udang,” ungkapnya.

Dalam melakukan revitalisasi tambak udang modern KKP melakukan inisasi 100 ha di Kebumen sebagai percontohan. Tambak tradisonal dengan produktifitas dibawah 1 ton/ha/tahun menjadi tambak modern dengan produktifitas sekitar 80 ton/ha/tahun dengan yang ramah lingkungan dan bisa bekerja atau eksis selama 20 tahun.

KKP di tahun 2022 juga akan membuat model-model pertambakan tradisional yang direvitalisasi  menjadi tambak modern di tiga lokasi seperti di Kabupaten  Sumbawa, NTB  seluas 500 ha, Kabupaten Muna,  Sulawesi Tenggara seluas 500 ha dan di Kabupaten  Aceh Timur, Aceh juga seluas 500 ha. 

“Pemerintah juga melakukan revitaliasi Semi intensif ada di Kota Baru se;uas 250 ha dan Konawe Selatan seluas 250 ha dengan target 15-30 ton/ha/tahun,” ujarnya.

Selain itu yang dilakukan Pemerintah ialah melakukan penyederhanan perizinan. Dari 21 izin yang dianggap sangat berat untuk  dipenuhi pengusaha dan bisa menghambat investasi,disederhanakan menjadi hanya 3 izin yang terdiri dari NIB dan Sertifikat standar, persetujuan lingkungan, serta kesesuaian kegiatan pemanfatan ruang.

 

"Melalui Undang-Undang Cipta Kerja kita menyederhanakan perizinan ini menjadi 3 izin yang melalui 1 pintu yaitu di OSS, dan harapanya akan segera selesai dan segera bisa diimplementasikan agar investasi dan peningkatan usaha produksi udang nasional  menjadi lebih bergairah,” Tutupnya.  

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018