Sabtu, 01 Oktober 2022


Alga dan Mikroalga Potensial untuk Pangan Masa Depan

20 Sep 2022, 08:58 WIBEditor : Gesha

Spirulina dijadikan cookies oleh PKSPL | Sumber Foto:PKSPL

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Selain dari pangan hewani, pangan nabati berupa alga maupun mikroalga juga sangat potensial untuk pangan masa depan. Seperti apa?

Sumber pangan lainnya yang memiliki potensi besar tetapi belum dimanfaatkan secara optimal yaitu alga dan mikroalga. alga merupakan sumber makanan bergizi lengkap, bahkan melebihi kandungan nutrisi tanaman. Perkembangan tools rekayasan genetik dan teknik seleksi yang canggih memungkinkan proses pemuliaan dan seleksi strain alga dilakukan dalam beberapa tahun yang semula memerlukan waktu ribuan tahun dengan teknik konvensional.

Berbagai strategi dilakukan untuk meningkatkan kandungan nutrisi, produktivitas, dan sifat organoleptik alga membantu mendorong pengembangan strain baru alga menjadi lebih bergizi, lebih efektif dan efisien, serta berkelanjutan. Di Asia, Alga dan mikroalga bisa menjadi sumber nutrisi yang dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak atau sebagai ekstrak. Beberapa teknik yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas nutrisi alga dan mikroalga adalah melalui seleksi genotip, dan merubah, meningkatan, serta mengendalikan kondisi pertumbuhannya. Konsumsi alga atau mikroalga masih konvensional dengan penggunaan langsung  (misalnya, nori yang digunakan dalam pembuatan sushi), dalam beberapa tahun terakhir ekstraksi  senyawa bioaktif dari alga dan mikroalga untuk makanan fungsional telah banyak menarik perhatian.

Spirulina dan Chlorella adalah spesies mikroalga yang paling banyak digunakan untuk tujuan tersebut dan telah digunakan sebagai makanan yang diakui di Uni Eropa. Mikroalga kaya protein (phycocyanin), asam lemak esensial (yaitu,omega-3, asam docosahexaenoic, dan asam eicosapentaenoic), glukan, dan berbagai vitamin (misalnya, A, B, C, D2, E, dan H), mineral seperti yodium, kalium, besi, magnesium, kalsium, antioksidan (yaitu, -karoten), pigmen (astaxanthin). Molekul alga atau mikroalga diperoleh menggunakan, pulsed electric field, ultrasound, microwaves, dan supercritical CO2 .

Selain protein, lipid, dan karbohidrat yang dapat dicerna, serat merupakan bahan yang diperlukan oleh tubuh dan harus ada dalam menu makanan. Serat makanan ada yang bersifat larut (pektin dan hidrokoloid) dan  tidak larut (polisakarida dan lignin), yang diperoleh melalui konsumsi buah-buahan, sayuran, sereal, dan biji-bijian secara langsung.

Serat sangat dibutuhkan tubuh, akan tetapi dalam pola masyarakat cenderung kurang serat, hal ini menyebabkan adanya kebutuhan akan supplement serat (makanan fungsional). Serat makanan berperan membentuk struktur dan tekstur makanan.Sumber serat makanan berasal dari tanaman pangan (misalnya, gandum, jagung, gandum, sorgum, gandum, dll.), Sayuran/buah-buahan (mis., apel dan biomassa buah pir setelah proses jus, kulit dan pulp jeruk, kulit nanas, dll) serta kayu. Penggunaan bahan turunan tumbuhan dan limbah sejalan dengan kerangka bioekonomi sirkular serta berkontribusi pada keberlanjutan rantai makanan.

Reporter : Sri Hardanti
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018