Senin, 17 Juni 2024


Melindungi Warisan Ikan Batak: Perjuangan Konservasi di Danau Toba

31 Agu 2023, 13:41 WIBEditor : Gesha

Ihan Batak atau ikan batak menjadi penghuni terakhir ikan endemik di Danau Toba | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

Kearifan Lokal

Menurut Robert Sibarani, seorang Guru Besar Antropologi dari Universitas Sumatera Utara, kearifan lokal masyarakat setempat dapat menjadi solusi alternatif dalam upaya penyelamatan ikan batak.

"Dahulu, semua upacara adat melibatkan ikan, mulai dari tahapan kelahiran hingga kematian. Orang Batak menggunakan ikan batak sebagai sajian dalam berbagai pesta adat," jelas Robert.

Dalam Horja Mangupaupa atau upacara perkawinan adat suku Batak Toba, keluarga calon pengantin perempuan memberikan ikan batak kepada calon pengantin pria. Sebaliknya, calon pengantin pria memberikan persembahan berupa daging kerbau.

Filosofinya adalah bahwa ikan batak menjadi simbol Boru Muli, yaitu pengantin perempuan (oroan), dan pemberian ikan batak kepada pria disebut sebagai Ulu ni Dekke Mulak.

Namun, seiring langkanya ikan batak, tradisi ini mulai ditinggalkan. Harga per ekor ikan batak yang mencapai jutaan rupiah telah mengakibatkan penggantian ikan batak dengan ikan mas, daging kerbau, atau babi dalam upacara adat. Perubahan ini telah terjadi selama 70-80 tahun terakhir.

Dalam konteks upacara adat, ikan batak biasanya disajikan dalam bentuk "arsik," yaitu sajian ikan dengan bumbu kuning dan campuran rempah-rempah.

Di Desa Bonan Dolok, Samosir, terdapat mitos yang diyakini oleh penduduk setempat bahwa ikan batak hanya muncul pada waktu-waktu tertentu. Mereka percaya bahwa melihat ikan ini akan membawa rezeki atau keberuntungan.

Penangkapan ikan batak juga diatur dengan ketat berdasarkan kepercayaan. Ikan hanya boleh ditangkap untuk tujuan pengobatan tertentu dan melalui doa serta upacara khusus di lokasi di mana ikan batak ditemukan.

"Jika ikan yang berada di dekat pohon beringin ditangkap sembarangan, dan kemudian dimasak selama tujuh hari tujuh malam, ikan tersebut bahkan tidak akan matang. Mitos ini mengandung ancaman bagi mereka yang melanggar," jelas Robert.

Robert berpendapat bahwa mitos dan keyakinan semacam ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pelestarian ikan batak di habitat alaminya dan dalam mengurangi penangkapan berlebihan. Ia juga menyoroti pentingnya upaya budidaya ikan batak agar generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai ikan batak.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018