Senin, 15 Desember 2025


IPB University: Genetik Penyu Buka Jalan Konservasi Lebih Akurat

04 Agu 2025, 12:16 WIBEditor : Gesha

Penyu di laut Indonesia ternyata punya "sidik jari" genetik yang berbeda.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Penyu di laut Indonesia ternyata punya "sidik jari" genetik yang berbeda. Temuan ini jadi kunci penting untuk melindungi mereka dengan strategi konservasi yang lebih tepat dan tidak asal-asalan. 

Di balik tempurung yang keras dan lenggak-lenggok renangnya yang anggun menari di antara ombak, penyu ternyata menyimpan rahasia dalam dirinya, jejak genetika yang tak kasatmata, namun menjadi kunci untuk menjaga kelestarian mereka secara lebih cermat.

Selama ini, konservasi penyu banyak bergantung pada pendekatan visual seperti menghitung jumlah sarang, memantau lokasi pendaratan, dan memperkirakan populasi.

Tapi cara-cara itu, belum mampu menjawab pertanyaan besar tentang asal-usul dan hubungan antarpopulasi yang terpencar jauh oleh jarak, waktu, bahkan arus laut.

Kini, lewat genetika, kisah yang tersembunyi selama ribuan tahun mulai terbuka lembar demi lembar.

Dr. Beginer Subhan, peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, menyebut bahwa genetika bisa menjadi jendela untuk menelusuri silsilah penyu, dari nenek moyang mereka hingga melihat seberapa erat keterhubungan antar kelompok dari pulau ke pulau. 

Dalam kegiatan yang diadakan Disaster Management Center Dompet Dhuafa, ia menyatakan dengan pemetaan genetik yang tepat, konservasi bukan lagi sekadar menyelamatkan, tapi juga menyambung kembali simpul-simpul kehidupan yang selama ini tersebar dan terputus diam-diam.

Begin menyebut ada dua penelitian yang dilakukan IPB University untuk memetakan genetika penyu di Indonesia. Tahun 2024 lalu, ia dan timnya mengkaji penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di wilayah Laut Jawa.

Mereka menganalisis bagian DNA spesifik yang disebut d-loop dari 152 individu penyu yang bertelur di enam lokasi berbeda. 

Hasilnya mengejutkan, ditemukan 20 jenis haplotipe atau "sidik jari" genetik, dan 13 di antaranya adalah temuan baru dan menunjukkan kekayaan genetika penyu sisik Indonesia yang luar biasa.

Yang lebih menarik lagi, beberapa haplotipe yang ditemukan di Indonesia ternyata juga ditemukan di Malaysia dan Australia. Artinya, ada hubungan genetik lintas negara yang menyiratkan

pergerakan penyu dalam skala besar, ribuan kilometer jauhnya dan tetap kembali ke tempat asal untuk bertelur. “Bisa jadi penyu-penyu ini ‘traveling’ jauh, tapi ingat jalan pulang. Itu luar biasa,” tutur Begin.

Temuan ini membuka mata akan pentingnya kerjasama konservasi lintas negara. Populasi penyu tidak mengenal batas negara, tapi mereka bergerak mengikuti arus, suhu, dan insting nenek moyangnya.

Karena itulah, Begin menekankan bahwa perjanjian konservasi internasional harus mempertimbangkan konektivitas genetik ini.

Penelitian lainnya mengungkap fakta yang lebih mencengangkan.. Seperti apa?.. Cek selanjutnya.. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018