Sunday, 19 April 2026


Peneliti IPB University Temukan Bukti Spons Laut Transplantasi Kaya Antioksidan

04 Aug 2025, 14:07 WIBEditor : Gesha

Tanpa perlu merusak ekosistem laut, peneliti IPB University berhasil membuktikan bahwa spons laut hasil transplantasi tetap punya aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi jadi bahan farmasi!

Dukung Industri Farmasi

Menurut Beginer Subhan, ini adalah temuan penting yang menunjukkan bahwa spons hasil budidaya tetap memiliki nilai fungsional tinggi. “Ini solusi ganda,” ungkapnya.

“Kita bisa memperoleh sumber antioksidan alami, tapi di sisi lain kita juga menjaga populasi spons di habitat alaminya tetap lestari,”tambahnya.

Spons liar memang hidup di lingkungan yang cenderung stabil dan mendukung interaksi mikroba simbiosis yang turut menghasilkan senyawa metabolit sekunder, salah satu penghasil senyawa antioksidan. Namun spons transplantasi terbukti mampu beradaptasi dan tetap menghasilkan senyawa bioaktif yang penting.

Menurut Beginer, keberhasilan ini sangat berarti karena metode transplantasi ini bisa diterapkan dalam budidaya skala besar, melibatkan masyarakat pesisir sebagai bagian dari rantai produksi bahan farmasi berbasis laut.

Antioksidan alami dari spons memiliki banyak manfaat yakni memperlambat penuaan dini, menangkal efek polusi, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Selama ini, sumber antioksidan didominasi oleh tumbuhan darat. Namun kini, laut menunjukkan dirinya sebagai “apotek biru” yang menjanjikan.

Beginer menambahkan, senyawa metabolit dari spons seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin memiliki struktur kimia unik yang tak bisa ditemukan di tanaman darat. “Justru inilah kelebihannya. Mereka lebih kompleks dan punya potensi bioaktif yang lebih luas,” ujarnya.

Namun, tentu masih banyak langkah yang harus dilalui sebelum spons bisa dikomersialisasi sebagai sumber antioksidan farmasi. “Kami butuh uji lanjutan secara in vivo, uji toksisitas, dan tentu saja uji skala industri,” tambahnya.

Gerakan Nelayan

Proyek penelitian ini bukan cuma soal ilmu pengetahuan, tapi juga membuka peluang baru dalam ekonomi biru. Dengan metode transplantasi, masyarakat bisa dibekali keterampilan membudidayakan spons, dan hasilnya bisa diserap industri kosmetik maupun farmasi yang semakin haus akan bahan alami.

Hitung-hitungan Beginer, jika dibudidayakan dengan benar, satu area kecil di perairan bisa menghasilkan kilogram spons per bulan, yang bisa diolah menjadi ekstrak dengan nilai ekonomis tinggi.

Lebih dari itu, pendekatan ini menjaga ekosistem tetap seimbang. Tidak ada eksploitasi berlebihan, tidak ada pengambilan liar. Spons tetap bisa tumbuh di habitat buatan, dan laut tetap terjaga.

“Bukan lagi waktunya mengambil tanpa pikir panjang. Kita harus panen dengan akal, bukan rakus,” ujar Beginer Subhan.

Dengan hasil ini, IPB University bukan hanya meneliti, tapi juga menunjukkan arah baru: bahwa inovasi dan konservasi bisa jalan beriringan. Dan bahwa laut, dalam diamnya, menyimpan solusi bagi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018