Minggu, 25 Januari 2026


KKP Pastikan Udang Ekspor Bebas Cesium 137, BRIN Jadi Laboratorium Resmi

26 Nov 2025, 12:21 WIBEditor : Gesha

KKP pastikan udang ekspor ke AS aman dari Cesium 137. BRIN resmi jadi laboratorium penguji, menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi pasar internasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- KKP pastikan udang ekspor ke AS aman dari Cesium 137. BRIN resmi jadi laboratorium penguji, menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi pasar internasional.

Indonesia kembali menegaskan posisi sebagai salah satu raksasa ekspor udang ke Amerika Serikat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menandatangani kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengujian kandungan Cesium-137 (Cs-137) pada udang ekspor. Langkah ini memastikan produk udang Indonesia aman dan bebas kontaminasi radioaktif.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung pada Senin, 24 November 2025, di Serpong.

Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), menjelaskan, pengujian sampel udang untuk Cs-137 kami percayakan kepada laboratorium BRIN yang kompeten dan sudah mendapat approval dari FDA.

"Ini bagian dari upaya KKP menjaga kualitas dan keamanan ekspor udang ke AS," ungkapnya.

Skema sertifikasi udang bebas Cs-137 kini melibatkan proses scanning dan testing yang dikelola BRIN dan sebelumnya BAPETEN.

Hasil pengujian dari kedua lembaga ini menjadi syarat utama penerbitan Health Certificate (HC) mutu oleh KKP.

Tak hanya itu, KKP juga menugaskan personel Inspektur Mutu terlatih untuk melakukan pengawasan resmi sesuai aturan Import Alert #99-52, sehingga setiap udang ekspor dijamin aman sampai ke tangan konsumen di Amerika.

Ruang lingkup kerja sama ini cukup luas. Selain pengujian kandungan radioaktif, KKP dan BRIN akan melakukan pertukaran data, pelatihan metode pemindaian, pemanfaatan laboratorium secara bersama, hingga pendayagunaan tenaga ahli untuk menyusun rekomendasi regulasi dan pedoman teknis.

Menurut Ishartini, kerja sama ini adalah bentuk sinergi lintas sektor yang mendukung pengembangan industri perikanan nasional. “Indonesia masih menjadi salah satu dari tiga negara pengekspor udang terbesar ke AS. Dengan sertifikasi ini, kami memastikan produk udang tetap kompetitif sekaligus aman dikonsumsi,” tambahnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa KKP sebagai otoritas kompeten mutu perikanan berkomitmen menerapkan standar sanitasi, higiene, dan keamanan pangan melalui 9 skema sertifikasi publik.

Penerbitan HC mutu menjadi jaminan bahwa produk kelautan dan perikanan Indonesia memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.

Langkah KKP menggandeng BRIN bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tapi juga strategi memperkuat kepercayaan pasar global.

Dengan laboratorium BRIN yang resmi dan diakui FDA, setiap udang ekspor Indonesia kini punya “tanda aman” yang kuat bagi konsumen Amerika, sekaligus menjaga reputasi industri udang nasional.

Ini menjadi kabar baik bagi petani dan eksportir udang, yang kini bisa mengekspor dengan keyakinan penuh. Dengan dukungan teknologi dan pengawasan ketat, udang Indonesia bukan cuma lezat dan segar, tapi juga bebas risiko radioaktif.

Indonesia siap memperkuat posisi di pasar ekspor udang dunia. Dari laboratorium BRIN sampai kapal pengangkut, setiap langkah dipastikan aman dan terkontrol. KKP menegaskan, ekspor udang bebas Cs-137 bukan sekadar jargon, tapi nyata di lapangan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018