Monday, 12 October 2026


Didukung Pemerintah, NTB Siapkan Pasar Ikan Modern Zero Waste

19 Jul 2026, 11:52 WIBEditor : Herman

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal sata mengunjungi KNMP Bintaro

TABLOIDSINARTANI.VOM, Mataram – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal memperkuat sinergi pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan Kawasan Kuliner dan Pasar Ikan Modern (KNMP) Bintaro.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional pasar ikan modern berbasis zero waste yang bersih, higienis, ramah lingkungan, sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui hilirisasi industri.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Menteri Trenggono melakukan kunjungan kerja ke NTB, Jumat (17/7).

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri untuk meninjau pembangunan KNMP Bintaro Tahap II yang telah rampung 100 persen, sebelum melanjutkan agenda ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok.

Usai peninjauan, Menteri Trenggono bersama Gubernur dan Wakil Gubernur menggelar rapat dengan sejumlah kepala perangkat daerah.

Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan kawasan, mulai dari penguatan hilirisasi hasil perikanan, pembentukan koperasi sebagai pengelola aktivitas ekonomi nelayan, hingga penerapan sistem pengelolaan limbah yang mendukung konsep pasar ikan modern berbasis zero waste.

Menteri Trenggono menegaskan bahwa paradigma pengelolaan pasar ikan harus berubah. Menurutnya, pasar ikan modern tidak boleh lagi identik dengan lingkungan yang kumuh dan berbau, melainkan harus menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan dikelola dengan sistem pengolahan limbah yang baik.

"Pokoknya tidak boleh bau. Mengelola limbah sampah ikan harus bagus, zero waste. Air limbah masuk ke IPAL, kemudian diolah dan dikeringkan," tegas Trenggono.

Ia juga mengapresiasi inovasi yang digagas Pemerintah Provinsi NTB untuk memanfaatkan teknologi mesin dryer dalam mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendorong hilirisasi industri sekaligus pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pembangunan KNMP Bintaro bukan sekadar menghadirkan pasar ikan modern, tetapi juga membangun ekosistem perikanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, seluruh hasil tangkapan nelayan, termasuk limbah ikan, harus dimanfaatkan secara optimal agar memiliki nilai ekonomi dan tidak menjadi beban bagi lingkungan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi NTB akan mengoperasikan mesin dryer untuk mengolah limbah ikan menjadi tepung ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak.

"Peternak pasti akan berebut tepung ikan ini ketika sudah diproduksi. Selain menjadi langkah awal menuju zero waste, ini juga menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi nelayan dan peternak kita," ujar Miq Iqbal.

Ia menambahkan, pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan merupakan implementasi nyata konsep ekonomi sirkular. Selain mengurangi pencemaran dan bau di kawasan pasar, program tersebut juga membuka peluang usaha baru, memperkuat keterkaitan sektor perikanan dan peternakan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan rampungnya pembangunan KNMP Bintaro Tahap II dan dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, kawasan ini dipersiapkan menjadi model nasional pengembangan pasar ikan modern yang memadukan hilirisasi industri, pengelolaan lingkungan berbasis zero waste, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Reporter : Hardi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018