Jumat, 21 Juni 2024


Pembudidaya Ikan di Kalbar Dapat Modal Usaha

19 Nov 2018, 14:48 WIBEditor : GESHA NATTASYA

Pembudidaya ikan di Kalbar mendapatkan bantuan modal usaha dan sarana produksi agar semakin bergairah usaha budidaya ikan | Sumber Foto:HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pontianak---- Sejumlah pembudidaya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)  menerima bantuan pinjaman permodalan usaha dari Lembaga Pengelolaan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan total Rp 3,655 miliar.

“Setidaknya ada sekitar Rp 10 miliar bantuan yang kami berikan kepada sejumlah pembduidaya di Kalimatan Barat (Kalbar) untuk memulai usahanya,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat kunjungan kerja di Kabupaten Sambas dan Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (19/11).

Nilai bantuan tersebut tak hanya terdiri dari bantuan modal saja tetapi juga bantuan teknis seperti 7 paket budidaya ikan sistem bioflok, 4 unit excavator, 4 paket bahan baku pakan ikan mandiri, 150 ribu ekor benih ikan nila, 30 ribu benih ikan lele, dan benih ikan baung, mas dan jelawat masing-masing 10 ribu ekor dari KKP.

Bantuan sarana, prasarana dan permodalan usaha bagi pembudidaya ikan  tersebut diserahkan langsung  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dan  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan.

“Bantuan-bantuan ini merupakan wujud dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha perikanan budidaya di Kalimantan Barat agar pendapatan masyarakat khususnya pembudidaya ikan meningkat,” jelas Slamet.

Slamet berharap dengan adanya bantuan sarana, prasarana dan permodalan pendapatan pembudidaya  ikan bisa naik sebesar 8,9 persen.

Apabila pendapatan pembudidaya ikan semula hanya Rp  3,03 juta, ke depan diharapkan bisa meningkat sebesar Rp 3,3 juta /bulan.

Menurut Slamet bantuan yang diberikan kepada pembudidaya ikan tersebut merupakan wujud sinergisitas antara pemerintah dalam hal ini KKP dengan DPR RI khususnya komisi IV dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga dukungan program semacam ini terus meningkat kedepannya,” ujarnya.

Daniel Johan mengapresiasi  program yang disalurkan oleh KKP dan berharap adanya kerjasama yang baik dari seluruh pihak.

“Program akan berjalan dengan baik kalau ada kerjasama seluruh pihak. Mulai dari kepala desa, kepala dinas, bupati hingga Pak Dirjen bisa bekerjasama maka program dapat berjalan dengan baik,” kata Daniel.

Komisi IV DPR RI akan terus mendukung program-program KKP di bidang budidaya ikan yang menyentuh langsung bagi kesejahteraan masyarakat seperti pakan mandiri, budidaya ikan lele bioflok, bantuan benih ikan dan lainnya. Bantuan dari tersebut diharapkan benar-benar bermanfaat bagi pembudidaya ikan.

Bantuan yang dikucurkan ke Kalbar ini bukanlah kali pertama. Sebab tercatat, sejak awal 2018 Kabupaten Sambas mendapatkan kucuran bantuan dari KKP berupa 1 paket budidaya ikan lele sistem bioflok, 3 unit excavator, dan pinjaman permodalan dari LPMUKP KKP senilai Rp 500 juta serta bantuan perbaikan saluran irigasi tambak.

Sedangkan untuk Kabupaten Mempawah mendapatkan 1 paket budidaya ikan lele  sistem bioflok, 50 ribu ekor benih Nila, 30 ribu benih lele, 2 paket bahan baku pakan mandiri. 

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018