Jumat, 21 Juni 2024


Pembudidaya Rumput Laut Sidoarjo Raup Untung

27 Nov 2018, 15:01 WIBEditor : GESHA

Pembudidaya rumput laut di Sidoarjo sudah bisa meraup untung | Sumber Foto:HUMAS DJPB

Rumput Laut ternyata menguntungkan

 


TABLOIDSINARTANI. COM, Sidoarjo---Komoditas rumput laut bisa  menjadi pilihan usaha sejumlah masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Selain mudah dibudidaya dan dijual dengan harga tinggi, rumput laut (khususnya Gracilaria sp) bisa dimanfaatkan untuk membuat beragam olahan yang bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Pokdakan Samudera Hijau 1, H.Mustofa mengatakan,  rumput laut jenis Gracilaria sp berhasil dikembangkan pembudidaya di lahan tambak seluas 800 hektar (ha).

Rumput laut yang dikembangkan di Dusun Tanjung sari, Desa Kupang, Kec.Jabon, Kabupaten Sidoarjo,Jawa Timur (Jatim) saat ini selain produktivitasnya tinggi,  harganya  pun mulai naik. Sehingga pembudidaya yang tergabung di dalam Pokdakan Samudera Hijau 1 pun mulai meraup untung.

"Saat ini harga rumput laut Gracilaria sedang tinggi. Jika beberapa tahun lalu hanya berkisar Rp 5.000 saat ini mencapai Rp7.000 per kg kering. Karena harganya naik, saat ini banyak masyarakat pesisir di sekitar Sidoarjo yang tertarik budidaya rumput laut," jelas Mustofa, di Sidoarjo, (27/11).

Mustofa juga mengatakan, selain dijual dalam bentuk rumput laut kering,  Gracilaria sp ini  bisa dimanfaatkan untuk aneka rumput laut. Diantara varian produk olahan rumput laut tersebut  seperti Kembang goyang, Stick, Kerupuk, Nugget, Mie, Rumput Laut Crispy, dan Es Cream.

"Apalagi dengan pola budidaya yang mudah menjadikan usaha budidaya  mulai banyak digeluti masyarakat," ujarnya.

Menurut Mustofa, rata-rata produktivitas rumput laut yang dikembangkan Pokdakan Samudera
Hijau 1 sebanyak  15 ton/hektar.

Apabila dikalkulasi dengan harga Rp 7.000/ kg, dalam waktu 45 hari masyarakat dapat meraup keuntungan bersih hingga Rp13 juta (per siklus), atau sekitar  Rp 8,75 juta/bulan.

Dirinya juga mengatakan, budidaya rumput laut nyaris minim biaya produksi. Biaya produksinya paling hanya sekitar 20 persen saja untuk bibit dan tenaga kerja. 

"Sisanya ya untung bersih. Itulah kenapa usaha ini sangat diminati masyarakat," ujar Mustofa.

Pembudidaya rumput laut di Desa Kupang, Kec. Jabon, Sidoarjo menjalin kerjasama dengan industri pengolah rumput laut.

Sehingga, setiap panen sudah ada jaminan pasar. Dengan kerjasama tersebut, pembudidaya juga mendapat kepastian harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018