Selasa, 22 Januari 2019


KKP Bangun Pabrik Pakan Skala Medium di Pangandaran

07 Jan 2019, 17:59 WIBEditor : Gesha

Pabrik pakan skala medium akan dibangun KKP di Pangandaran | Sumber Foto:HUMAS DJPB

Pabrik pakan ikan ini diharapkan mampu memproduksi pakan terapung dengan kapasitas optimum 1 - 1,2 ton per jam.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangandaran --- Agar pembudidaya ikan mendapatkan margin lebih tinggi,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya sudah mengembangkan pakan mandiri berbahan baku lokal di sejumlah sentra perikanan budidaya. Selain pakan mandiri berbahan baku lokal, KKP berencana membangun pabrik pakan ikan skala medium yang akan beroperasi pada tahun ini.

Direncanakan pabrik pakan tersebut akan dibangun di Pangandaran, Jawa Barat. Pabrik pakan tersebut akan dibangun di lahan seluas 7.000 m2 . Pabrik pakan ikan ini diharapkan mampu memproduksi pakan terapung dengan kapasitas optimum 1 - 1,2 ton per jam.

Pabrik pakan ikan tersebut diperkirakan akan  mampu mensuplai kebutuhan pakan  minimal 3.450 ton/tahun.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, pabrik pakan ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan air tawar dan laut,  khususnya bagi pembudidaya ikan di wilayah Priangan Timur dan sekitarnya seperti Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cilacap.

Pabrik pakan ini akan dikelola oleh  UPT Ditjen Perikanan Budidaya yang memang sudah kompeten dalam bidang pakan ini.

“Kemungkinan bisa Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi atau Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara,” jelas Slamet, di Pangandaran, Senin (7/1).

Ditjen Perikanan Budidaya saat ini sudah menyiapkan mekanisme terkait dengan standar harga yang nantinya diberlakukan di pasar. Sesuai rencana, penetapan harga akan diproses melalui Surat Keputusan Dirjen,  untuk memastikan harga bisa terjangkau.

"Kami akan mendorong agar harga pakan ini bisa terjangkau dan kualitas tetap terjaga. Tujuan awal kami adalah meningkatkan efisiensi produksi yang saat ini jadi kendala utama. Jadi kehadiran pabrik pakan skala medium ini, diharapkan akan lebih luas menjangkau kebutuhan para pembudidaya ikan dan menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen,” jelas Slamet.

Bagaimana dengan jaminan kualitas dan ketersediaan bahan baku? Menurut Slamet, Ditjen Perikanan Budidaya memastikan kualitas produk pakan akan terjamin dan mengacu pada SNI yang sudah ada.  “Selama ini bahan bakunya tidak ada kendala, artinya bahan baku tetap tersedia,” ujarnya.

Slamet juga mengatakan,  bahan baku pakan pabrik yang dibangun tersebut tidak lagi menggantungkan pada sumber bahan baku impor. “Kita akan create bagaimana potensi bahan baku lokal yang ada punya performance yang baik bagi efesiensi pakan. Ini tujuan kami," pungkas Slamet.        

Data KKP menyebutkan, pada tahun 2019 kebutuhan pakan ikan dan udang diperkirakan mencapai 10,8 juta ton. Sementara itu, produksi pakan mandiri tahun 2017 tercatat sekitar 26.546 ton.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018