Selasa, 21 Mei 2019


Embung Pangandaran Bermanfaat untuk Budidaya Ikan

15 Jan 2019, 06:54 WIBEditor : Gesha

Embung di Pangandaran akan dimanfaatkan untuk budidaya ikan hingga pariwisata | Sumber Foto:HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Embung yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah rampung. Embung yang dibangun di atas lahan seluas 4,1 hektar (ha) sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya ikan.

Selain untuk budidaya ikan, embung yang dibangun KKP tersebut juga berfungsi sebagai sarana konservasi dan penampungan air untuk mitigasi bencana  banjir, dan kegiatan pariwisata.

“Keberadaan embung di Pangandaran sangat strategis,” ujar  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto , di Jakarta (14/1)

Menurut Slamet Soebjakto, keberadaan embung berkaitan dengan tiga aspek penting, seperti ekonomi, lingkungan dan estetika. 

Embung bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah pendapatan melalui kegiatan perikanan berbasis budidaya. 

“Embung juga berfungsi sebagai penampung air dan pengendali banjir.  Embung juga berfungsi sebagai kawasan wisata nasional. Karena itu, keberadaan embung di Pangandaran diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan,” jelas Slamet

Ia juga optimis keberadaan embung yang dibangun di Pangandaran mampu memberikan multiplier effect khususnya bagi masyarakat dan kepentingan daerah.

Mengingat, Pangandaran sebagai kawasan strategis pariwisata di Jawa Barat. 

“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemda setempat dalam penyediaan lahannya,” ujar  Slamet.

Untuk mengembangkan potensi perikanan di embung tersebut, lanjut Slamet, KKP telah melakukan penebaran benih ikan tahap awal sebanyak 70.000 ekor.

Dari jumlah tersebut,  masing-masing ikan nila sebanyak 50.000 ekor dan bandeng sebanyak 20.000 ekor. 

“Pemilihan kedua jenis ikan tersebut, karena keduanya memiliki karakteristik cepat tumbuh dan berkembang secara alami. Dengan begitu masyarakat bisa memanfaatkannya secara periodik dalam batasan tertentu,” jelas Slamet.

 

Slamet juga mengungkapkan,  nantinya yang akan mengelola embung adalah Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

UPT yang berada di bawah Ditjen Perikanan Budidaya ini nantinya berfungsi sebagai penanggungjawab operasional embung. 

“Pola perikanan berbasis budidaya yang akan diterapkan ini bisa jadi model untuk daerah lain, utamanya sebagai jalan keluar dalam mengantisipasi polemik permasalah perairan umum yang berkaitan dengan lingkungan,” papar Slamet.

Ia juga mengharapkan, masyarakat nantinya bisa membantu mengelola ikan yang ditebar di embung tersebut.

Artinya, ikan yang ditebar di embung  nantinya bisa dipanen secara periodik. 

“Konsep ini dinilai sangat efektif sebagai model penerapan budidaya berbasis ekosistem. Sebagai tahap awal,  masyarakat nantinya bisa menyisihkan dari hasil panen tersebut untuk ditebar ulang,”  kata Slamet. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018