Selasa, 26 Maret 2019


Masyarakat Jambi Diimbau Tingkatkan Konsumsi Ikan

13 Peb 2019, 16:34 WIBEditor : Gesha

Menteri Susi menghimbau agar masyarakat Jambi mengkonsumsi ikan | Sumber Foto:Humas dan KSLN KKP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kerinci -- Ikan merupakan salah satu protein hewani yang sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia. Karena itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di sejumlah daerah.

"Angka konsumsi ikan per kapita masyarakat Jambi masih sangat rendah, jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 50,69 kg/kapita pada tahun 2018 lalu," kata Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara dalam kegiatan Ayo Makan Ikan untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Rendahnya konsumsi ikan masyarakat Jambi adalah ironi. Mengingat Jambi khususnya masyarakat Kerinci memiliki Danau Kerinci seluas 4,6 km persegi yang kaya dengan hasil perikanan.

"Untuk itu, persoalan ini harus segera ditanggulangi guna mencegah masyarakat sekitar tumbuh tidak optimal atau mengalami stunting," ujarnya.

Ikan mengandung banyak nutrisi seperti protein, omega 3, kalsium, dan fosfor yang baik bagi tumbuh kembang tubuh dan otak manusia. Ikan yang sebaiknya dikonsumsi masyarakat pun bukan hanya ikan laut.

"Di danau juga ada ikannya, sungai,  lubuk, rawa dan semua wilayah air itu berpotensi untuk menghasilkan (komoditi perikanan dengan kandungan) protein sangat tinggi,” tuturnya.

Karena punya potensi perikanan yang luas, Susi mendorong masyarakat Kabupaten Kerinci untuk meningkatkan konsumsi ikan sehari-hari.

Salain itu, Susi juga mendorong masyarakat Kabupaten Kerinci untuk lebih giat melakukan  budidaya ikan.

"Untuk mendorong kegiatan budidaya kami menyediakan bantuan mesin pembuat pakan mandiri (Gerakan Pakan Mandiri/Gerpari). Hal ini untuk mengurangi ongkos yang harus dikeluarkan pembudidaya untuk membeli pakan dari pabrik yang dijual dengan harga tinggi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Susi  mengimbau  masyarakat  melakukan swasembada pangan. Khususnya bahan-bahan pangan yang dapat diproduksi di daerah sendiri seperti hasil pertanian dan perikanam tak perlu disuplai dari luar.

Reporter : INDARTO
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018