Selasa, 26 Maret 2019


Jaga Kelestarian Ikan, KKP Restocking Benih Ikan Endemik Danau Kerinci

13 Peb 2019, 16:46 WIBEditor : Gesha

Restocking 123 ribu ekor benih ikan spesifik lokal dimaksudkan untuk menjaga kelestarian ikan endemik Danau Kerinci. | Sumber Foto:Humas dan KSLN KKP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kerinci --- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melakukan restocking benih ikan endemik atau spesifik lokal di Danau Kerinci, Jambi, Sumatera Utara. Restocking 123 ribu ekor benih ikan spesifik lokal dimaksudkan untuk menjaga kelestarian ikan endemik Danau Kerinci.

Setidaknya ada 100 ribu ekor benih ikan Nilem, 20 ribu ekor benih ikan Jelawat dan 3 ribu ekor benih ikan Semah.

Seperti diketahui, ikan Semah dan Nilem atau ikan Medik dalam bahasa Kerinci, merupakan jenis ikan asli Danau Kerinci maupun anak sungai danau tersebut.

Sedangkan Jelawat merupakan jenis ikan asli Indonesia yang banyak ditemukan di perairan umum daratan di pulau Kalimantan maupun Sumatera termasuk Jambi.

"Restocking benih ikan di Danau Kerinci bertujuan untuk mengembalikan ketersediaan ikan khususnya ikan endemik maupun spesifik lokal serta untuk menjaga keseimbangan eksosistem lingkungan perairan umum baik darat maupun laut," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat restocking benih ikan Danau Kerinci, Jambi.

Susi juga mengingatkan, agar semua lapisan masyarakat  menjaga kelestarian sumberdaya perairan. Jangan sampai sumberdaya perikanan yang luar biasa ini  dikelola dengan tidak terkontrol.

Danau boleh saja dimanfaatkan untuk budidaya asalkan sesuai dengan daya dukungnya. Artinya, usaha budidaya di danau  jangan sampai berlebihan yang akhirnya terjadinya penumpukan sisa pakan ikan di perairan.

"Apabila terjadi penumpukan pakan, maka akan menyebabkan naiknya hidrogen sulfida, upwelling. Ribuan ton ikan akan mati karena keracunan," papar Susi.

Susi pun berharap, agar masyarakat mulai mengembangkan budidaya berbasis kolam dengan memanfaatkan lubuk atau galian yang potensial.  Budidaya berbasis kolam tersebut nantinya akan meringankan beban Danau Kerinci dari aktivitas budidaya. "Danau yang indah ini nantinya bisa difokuskan untuk objek wisata," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau  untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan termasuk perairan Danau Kerinci dan sungai dengan tidak membuang sampah plastik, atau sampah yang tidak terurai lainnya.

"Kami juga meminta masyarakat tak  mencemari danau dengan buangan limbah industri, limbah rumah tangga atau perkantoran," ujarnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Slamet Soebjakto mengatakan bahwa KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sangat konsen dalam upaya pelestarian sumberdaya perikanan termasuk plasma nutfah berupa ikan-ikan endemik lokal.

"Pembangunan perikanan yang dirasakan saat ini tidak boleh mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang, oleh karenanya dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan penting menjamin keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial dan ekonomi," papar Slamet.

Slamet menengarai, saat ini ada kencenderungan terjadinya penangkapan yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap ikan endemik karena bernilai ekonomis tinggi.

Untuk itu, KKP sebagai institusi teknis di sektor kelautan dan perikanan bertanggungjawab untuk menjaga keseimbangan biodiversity sumberdaya di perairan.

Reporter : INDARTO
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018