Selasa, 26 Maret 2019


Diduga Curi Ikan, Dua Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka

12 Mar 2019, 12:49 WIBEditor : Gesha

Penjagaan wilayah perikanan di laut Indonesia sekarang kian diperketat dan tidak ada celah bagi pelaku illegal fishing | Sumber Foto:HUMAS Ditjen PSDKP

Tercatat, sejak Januari - 11 Maret 2019, telah ditangkap sebanyak 15 kapal ilegal, yang terdiri dari dari 11 KIA dan 4 kapal perikanan Indonesia (KII).

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal perikanan asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Setelah sebelumnya berhasil menangkap 1 KIA ilegal berbendera Vietnam pada Jumat (8/3) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara, kali ini, Senin (11/3), KKP kembali berhasil menangkap 2 KIA berbendera Malaysia, yang diduga mencuri ikan di perairan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman mengungkapkan kedua kapal diamankan ketika sedang melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI 571 ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 10.15 WIB.

Kedua kapal tersebut adalah KM. PKFB 1109 (50,99 GT) dengan jumlah awak kapal 4 (empat) orang warga negara Myanmar dan KM. PPF 634 (49,07 GT) dengan jumlah awak kapal 5 orang warga negara Myanmar.

"Kapal-kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari pemerintah RI serta menggunakan alat tangkap yang dilarang jenis trawl," kata Agus Suherman, di Jakarta, Senin (11/3).

Kedua kapal asing tersebut  diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Kedua kapal ikan asing tersebut, kemudian diamankan dan dikawal ke Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara.

Kapal ikan asing tersebut diperkirakan tiba pada Selasa (12/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, nahkoda kapal ikan asing teraebut akan diproses secata hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Penangkapan kapal ikan asing (KIA) oleh KP Hiu Macan Tutul 002 tersebut menambah jumlah kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap  armada Kapal Pengawas Perikanan KKP selama tahun 2019. 

Tercatat, sejak Januari - 11 Maret 2019, telah ditangkap sebanyak 15 kapal ilegal, yang terdiri dari dari 11 KIA dan 4 kapal perikanan Indonesia (KII).

Dari jumlah KIA yang ditangkap, terdiri dari 6 kapal berbendera Malaysia dan 5 berbendera Vietnam. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018