Selasa, 23 April 2019


Dugong Tertangkap Nelayan Sorong Dilepasliarkan

20 Mar 2019, 07:40 WIBEditor : Gesha

Dugong yang selama ini dipelihara nelayan, secara sukarela dilepasliarkan | Sumber Foto:HUMAS PSDKP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Seekor dugong yang dipelihara penduduk Desa Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat, akhirnya secara sukarela dilepasliarkan.

Dugong yang akan ditangkarkan  tersebut sebelumnya tertangkap secara tak sengaja oleh nelayan di perairan Tanjung Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat pada  1 Januari 2019 lalu.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman  mengatakan, proses pelepasliaran berjalan dengan baik atas dukungan tokoh adat, Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA), Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan (LPSPL) Sorong, Kepolisian dan TNI Sorong, serta Kepala Kampung setempat.

"Pelepasliaran seekor dugong berukuran panjang 51 cm dan lingkar badan 32 cm dilakukan untuk melindungi spesies yang sudah dikategorikan terancam punah dari penangkaran yang dilakukan oleh penduduk setempat," kata Agus, di Jakarta Rabu (20/3).

Agus mengungkapkan informasi adanya penangkaran seekor dugong oleh seorang penduduk berdasarkan laporan dari masyarakat.

Karena dugong termasuk spesies yang dilindungi, petugas pengawas perikanan bersama-sama dengan instansi terkait dan dewan adat setempat melakukan pendekatan kepada penduduk yang memelihara dugong tersebut agar dapat dilepaskan ke alam.  

"Setelah dilakukan pendekatan dan musyawarah yang didukung oleh tokoh adat setempat, akhirnya dugong dilepasliarkan dengan sukalera," ujar Agus.

Dugong atau yang dikenal dengan nama lain duyung merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya serta UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU No 45 Tahun 2009.  

Sementara itu, KKP melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 79/KEPMEN-KP/2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022 telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022, yang terdiri atas Duyung (Dugong) dan Cetacea (meliputi semua jenis paus dan semua jenis lumba-lumba perairan laut). Rencana aksi nasional tersebut ditetapkan dalam rangka menjaga dan menjamin keberadaan dan ketersediaan mamalia laut dari ancaman kepunahan.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018