Selasa, 23 April 2019


Boyolali Mampu Produksi Lele 37 Ton/Hari

25 Mar 2019, 06:42 WIBEditor : Gesha

Lele dari Boyolali mampu menembus pasar domestik | Sumber Foto:HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali--- Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kawasan  minapolitan berbasis perikanan budidaya yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap produksi ikan nasional, khususnya lele. Tak kurang dari 37 ton/hari ikan lele diproduksi di kawasan kampung lele, Boyolali.

"Kampung lele yang ada di Boyolali ini sebagai model kawasan berbasis budidaya yang telah berhasil. Sehingga produksi perikanan budidaya dari Boyolali khususnya untuk air tawar setidaknya menyumbang lebih dari 13 persen dari produksi budidaya air tawar Provinsi Jawa Tengah," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto.

Dengan produksi 37 ton/hari,  Boyolali  mampu memasok ikan ke Yogyakarta, Semarang, dan kabupaten sekitarnya.

Guna memenuhi produksi lele tersebut setidaknya dibutuhkan 330 juta ekor benih ikan per tahun. Lantaran  kebutuhan benih lele di Boyolali masih kurang, sekitar 140 juta ekor  per tahun, Ditjen Perikanan Budidaya  akan memberikan bantuan untuk pengembangan unit pembenihan rakyat (UPR). 

"UPR ini bisa dikembangkan masyarakat sebagai sumber benih lele," ujarnya.

Menurut Slamet, Boyolali adalah andalan lumbung ikan Jawa Tengah dan menjadi minapolitan dengan grade A atau sangat maju. Artinya kemandirian minapolitan sudah terlihat, terbukti dukungan sektor hulu hilir sudah terwujud dengan baik. 

"Cara dan produk olahannya sudah sampai ke Moskow dan Fiji," ujarnya.

Slamet juga mengingatkan kepada masyarakat Boyolali lebih banyak mengkonsumsi ikan. Sebab konsumsi ikan per kapita/ tahun penduduk Boyolali baru 21,7 kg, atau masih jauh di bawah angka nasional yang telah mencapai 50,69 kg. 

"Sehingga gerakan memasyarakatkan makan ikan harus lebih gencar lagi, untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat," kata Slamet.

Ketua Tim Kunker Komisi IV, Ibnu Multazam menjelaskan, kunker spesifik kali ini fokus untuk melihat perkembangan kemajuan perikanan budidaya di Kabupaten Boyolali.

"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan perikanan berjalan baik dan berdampak  langsung terhadap perekonomian masyarakat," ujarnya.

Dirinya juga  mengapresiasi atas keberhasilan pembangunan perikanan budidaya di Boyolali. "Saya rasa Boyolali tidak asing lagi sebagai salah satu sentra produksi ikan hasil budidaya di Indonesia. Komisi IV  selalu berkomitmen untuk mendorong agar perikanan budidaya ini dapat perhatian lebih," papar  Ibnu Multazam. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018