Minggu, 18 Agustus 2019


Petambak Tak Usah Panik, KKP Telah Antisipasi Wabah AHPND

25 Mar 2019, 06:46 WIBEditor : Gesha

KKP terus meningkatkan kewaspadaan tentang penyakit AHPND pada udang | Sumber Foto:INDARTO

 

TABLOIDSINARTANI.COM,Jakarta- -- Kendati tak ada tanda-tanda serangan penyakit AHPND (acute hepatopancreatic necrosis disease) di sejumlah tambak udang,  Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap waspada terhadap  penyakit udang yang mematikan tersebut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan,  hingga saat ini Indonesia masih terbebas dari penyakit AHPND.

Namun, kalau melihat latar belakang munculnya penyakit ini, maka segala potensi risiko dalam industri budidaya udang nasional harus diantisipasi sejak dini.

Menurut Slamet, untuk mencegah masuknya wabah AHPND, Indonesia tetap mewaspadai masuknya penyakit melalui lintas batas (transboundary disease) yang dapat mengancam industri perudangan nasional dari negara terjangkit. 

"Seperti diketahui AHPND telah menjadi momok menakutkan bagi para pelaku usaha udang di berbagai negara terjangkit seperti China, Thailand, Malaysia, Mexico dan Vietnam," ujar Slamet.

Tambak udang yang terkena wabah AHPND mengalami penurunan produksi yang drastis dan kerugian ekonomi jutaan dollar. FAO mencatat kurun waktu 3 (tiga) tahun produksi udang di Thailand turun drastis dari 609.552 ton pada tahun 2013 menjadi 273.000 ton pada tahun 2016.

Sedangkan kerugian ekonomi akibat AHPND di Vietnam selama kurun waktu 2013 - 2015 mencapai 216,23 juta USD. 

"Karena besarnya kerugian yang ditimbulkan dari wabah AHPND sejumlah negara tersebut jangan sampai terjadi di Indonesia. Pencegahan menjadi  fokus perhatian kita agar Indonesia tidak mengalami nasib yang sama," jelas Slamet.

Perlu diketahui,  AHPND merupakan penyakit  yang disebabkan adanya infeksi bakteri Vibrio parahaemolyticus (Vp AHPND) yang mampu memproduksi toksin dan menyebabkan kematian pada udang dengan mortalitas mencapai 100%. Kematian akibat AHPND terjadi pada udang umur kurang dari 40 hari setelah ditebar.

AHPND pertama kali teridentifikasi di China pada tahun 2009 dengan sebutan Covert Mortality Disease.

Selanjutnya pada  tahun 2010 telah menyerang Vietnam disusul Malaysia (2011), Thailand (2012), Mexico (2013), Bangladesh (2014) dan Philipina (2015). 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018