Senin, 22 April 2019


Inilah Gejala Udang Terserang AHPND

25 Mar 2019, 06:56 WIBEditor : Gesha

Beda udang normal dengan udang yang terkena AHPND | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Penyakit AHPND memang ditakuti petambak udang karena mampu menghancurkan usaha budidaya udang. Namun petambak tak perlu khawatir, selama mampu mengidentifikasi gejalanya secara dini.

Adapun Gejala klinis udang yang terinfeksi AHPND di tambak antara lain terjadi kematian secara mendadak di dasar petak tambak pada umur kurang dari 40 hari pasca tebar.

Tanda lainnya adalah seringnya warna seluruh badan udang pucat dan saluran pencernaan kosong dan Hepatopankreas terlihat mengecil serta pucat jika dibedah.  

"Di hatchery gejala klinis terhadap serangan AHPND masih sulit untuk dikenali," ujar Dirjen Budidaya Slamet Soebjakto.

Namun demikian untuk mengetahuinya dapat dilihat dari gerakan larva dan postlarva (PL) yang terlihat lemah, hepatopankreas pucat, dan terjadi kematian secara mendadak mulai stadia PL 1 sampai dengan sebelum PL didistribusikan mencapai lebih dari 30%. 

Pencegahan

Lantaran wabah AHPND sangat berbahaya bagi eksistensi tambak udang menurut Slamet, KKP bersama stakeholders (SCI, GPMT, pembenih, dan asosiasi saprotam) menyiapkan upaya pencegahan. 

Diantara upaya pencegahan tersebut adalah dengan melakukan surveilan AHPND ke sentra budidaya udang, peningkatkan kesadaran masyarakat pembudidaya terhadap bahaya serta pencegahan AHPND melalui penyelenggaran workshop di sentra-sentra budidaya udang bersama sama dengan pemerintah dan stakeholder seperti Shrimp Club Indonesia (SCI), Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi Pembenih Udang, peneliti dari perguruan tinggi dan Lembaga penelitian lainnya.

Kemudian menyusun Standard Operasional Prosedur (SOP) pencegahan penyakit bakterial khususnya AHPND.

Termasuk, penguatan kapasitas laboratorium (SDM dan Peralatan) UPT DJPB dan UPT Karantina dalam pengujian AHPND.

Hingga menyusun rencana aksi pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit AHPND  dengan sosialisasi, surveilan dan penerapan biosecurity secara bersama-sama oleh stakeholder. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018