Rabu, 24 Juli 2019


Susi Imbau Nelayan Tak Gunakan Gillnet dengan Mata Jaring Kecil

08 Apr 2019, 09:54 WIBEditor : Gesha

Menteri Susi melakukan kunjungan langsung ke pasar ikan Muncar di Banyuwangi dan melihat kondisi pasar ikan yang harus diperbaiki | Sumber Foto:Indarto

Menteri Susi menghimbau nelayan bersama menjaga kelestarian agar perikanan bisa berkelanjutan. "Nelayan dan pengusaha perikanan sudah seharusnya menangkap ikan dengan alat tangkap ramah lingkungan," tukasnya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi --- Melengkapi kunjungan kerjanya di Banyuwangi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turun langsung menghimbau nelayan agar tidak menggunakan gillnet mata jaring kecil.

"Dulu gillnet itu ukurannya 4 inch. Sekarang  bisa sampai 1,5 inch. Lama-lama pake kelambu nyamuk saja. Kalau gillnet yang di bawah 4 inch di sini hilang semua, setengah tahun saja produksinya (bisa meningkat) 2 kali lipat,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat kunjungan kerja di Banyuwangi,Jawa Timur (Jatim).

Menteri Susi menghimbau nelayan bersama menjaga kelestarian agar perikanan bisa berkelanjutan. "Nelayan dan pengusaha perikanan sudah seharusnya menangkap ikan dengan alat tangkap  ramah lingkungan," tukasnya.

Penggunaan gillnet dengan ukuran mata jaring yang tepat akan mendukung ketersediaan ikan yang berkelanjutan dan turut meningkatkan produksi penjualan para nelayan.

Guna mendukung tujuan tersebut, Susi mengusulkan agar para nelayan di Banyuwangi menetapkan hari libur menangkap ikan untuk memberikan waktu ikan-ikan berkembang biak.

"Kasih laut sehari istirahat. Men iwak iso pacaran, iso kawin, iso manak( biar ikan bisa pacaran, bisa kawin, bisa beranak). Jadi kalo Anda merawat, mengatur itu pasti tangkapan ikannya tambah banyak,” papar Susi.

Dalam kesempatan tersebut Susi juga menerima keluhan atas menurunnya ketersediaan lemuru di Banyuwangi. "Kondisi itu salah satunya diakibatkan masih maraknya penggunaan rumpon di laut," ujarnya.

Susi pun mengajak nelayan untuk bekerjasama memberantas rumpon ilegal di laut. “Laporin ke saya kalo ketemu yang begitu. Sampean kirim SMS, koordinatnya di mana, nama kapalnya apa. Biar tak sikat rumponnya," tegas Susi.

Renovasi Pasar Ikan

Pada kesempatan tersebut Susi juga mengunjungi Pasar Ikan Brak Kalimoro, Muncar, Banyuwangi. Susi pun berkeliling meninjau kondisi pasar. 

Menurut Susi, ikan di Muncar sekarang sudah segar-segar. Namun, ia berpesan  agar nelayan tidak menangkap ikan yang masih kecil agar nilai jualnya  lebih tinggi sehingga dapat membantu perekonomian  nelayan. 

"Ini kenapa diambil? Ini ikan mahal. Kalo diambil yang besar, harganya bisa Rp70 ribu, Bu. Jangan ambil yang kecil,” kata Susi  pada pedagang yang menjual kerapu kecil-kecil di Pasar Ikan Muncar, Banyuwangi.

Melihat kondisi pasar Ikan Muncar, Susi menyarankan kepada Bupati Banyuwangi, Anas untuk melakukan perbaikan penyediaan sarana-prasarana di Pasar Ikan Muncar. 

Susi juga mengusulkan agar pemerintah daerah bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk membangun sejumlah sarana-prasarana pendukung  pasar ikan Muncar sehinggamenjadi lebih bersih dan terintegrasi.

"Di antaranya yaitu dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pusat kuliner ikan, dan tempat penjualan ice flake," kata Susi.

Menurut Susi, pasar ikan Muncar yang akan direnovasi di bawahnya dilengkapi dengan pelelangan ikan. Lantai duanya atau di sekitar TP bisa dimanfaatkan untuk jualan. 

Sedangkan lantai atasnya buat kuliner. Nah, di samping pasar bisa dimanfaatkan untuk jualan ice flake.  " Tadi saya liat masih balokan. Es balokan itu zaman kereta pake kayu,” ujarnya.

Bupati Anas pun menyambut baik saran tersebut. “Saya kira saran beliau bagus. Nanti kita mulai yang bisa dikerjakan,” pungkasnya.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018