Kamis, 23 Mei 2019


KKP Bersama Kementerian PUPR Rehabilitasi Irigasi Tambak di 132 Kabupaten/Kota

16 Apr 2019, 07:29 WIBEditor : Gesha

KKP bekerjasama dengan PUPR untuk rehabilitasi irigasi | Sumber Foto:INDARTO

Kerjasama juga mencakup penyediaan infrastruktur sumberdaya air di 3 wilayah SKPT yaitu Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan rehabilitasi infrastruktur bidang sumberdaya air di kawasan perikanan budidaya.

Diantaranya dengan merehabilitasi jalur primer irigasi tambak dan infrastruktur pendukung lainnya di 132 kabupaten/kota dan di 3 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, ruang lingkup perjanjian kerjasama ini tak hanya terfokus pada perbaikan saluran irigasi di kawasan sentra produksi perikanan budidaya.

Kerjasama juga mencakup penyediaan infrastruktur sumberdaya air di 3 wilayah SKPT yaitu Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.

"Pelaksanaan kerjasama akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2019 -2023," ujar Slamet, saat penandatangan kesepakatan bersama dengan Direktur Jenderal Sumberdaya Air PUPR di Jakarta, Selasa (16/4).

Menurut Slamet, keberadaan saluran irigasi adalah kebutuhan primer kegiatan budidaya, baik tambak maupun kolam. Sehingga saluran irigasi harus dalam kondisi baik supaya bisa dimanfaatkan untuk budidaya.

"Akan tetapi, sebagian besar saluran irigasi yang dimanfaatkan pembudidaya saat ini sudah berumur dan mengalami kerusakan sehingga tidak berfungsi lagi. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya fungsi saluran irigasi dalam penyediaan air untuk kegiatan budidaya," kata Slamet Soebjakto.

Slamet mengatakan, untuk mengembangkan dan merehabilitasi jaringan irigasi kawasan perikanan budidaya perlu dukungan dan peran aktif semua stakeholder.

"Dengan dukungan infrastruktur khususnya perbaikan irigasi tambak ini akan meningkatkan luas lahan tambak yang terfasilitasi sumber daya air dengan baik," papar Slamet.

Diharapkan dengan adanya perbaikan irigasi tambak akan berdampak terhadap peningkatan produksi budidaya. Disamping itu, infrastruktur yang baik akan mempermudah aksesibilitas dan konektivitas dalam pengembangan perikanan budidaya.

Dukungan infrastruktur, baik sarana dan prasarana penunjang lainnya, kata Slamet, diharapkan dapat menjadi multiplier effect bagi pergerakan ekonomi bagi masyarakat lokal, mulai dari serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya.

Sejak 2015
Menurut Slamet, kerjasama dengan Kementerian PUPR telah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Kali ini kerjasama diperkuat dengan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS).

"PKS ini sebagai pijakan bagi kami untuk mendorong kerjasama lebih luas dalam upaya pengembangan kawasan budidaya. Kita akan perluas ke depan untuk kawasa budidaya air tawar juga," ujar Slamet.

Melalui PKS ini, dukungan infrastruktur nantinya tidak hanya pada lokasi SKPT. Namun, juga kawasan-kawasan lainnya sesuai dengan masterplan pengembangan perikanan budidaya.

"Kita telah siapkan DED yang nantinya sebagai acuan bagi Kementerian PUPR dalam melakukan intervensi dukungan sesuai lokasi yang telah ditetapkan," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Sumberdaya Air, Kementerian PUPR, Hari Suprayogi menyampaikan apresiasinya atas kerjasama ini.

Ia berharap dengan kerjasama ini nantinya adanya peningkatan nilai tambah dari subsektor perikanan budidaya.

"Ini merupakan komitmen Kementerian PUPR untuk penggunaan air irigasi tambak yang efisien sehingga dapat berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga mengatakan, setiap tahunnya Ditjen SDA sudah mempunyai rencana kerja, tinggal perlu diskronkan dengan program Ditjen Perikanan Budidaya dengan memperhatikan desain, kelembagaan dan skenario ramah lingkungan.

Kerjasama ini intinya ingin mengsikronisasikan program supaya dapat mendukung fasilitas kawasan perikanan budidaya.

Data menyebutkan, selama lima tahun sudah dibangun 150 daerah irigasi tambak (DIT). Sesuai rencana, pada tahun 2019 akan dibangun sebanyak 25 DIT di 25 kabupaten/kota.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018