Minggu, 21 Juli 2019


Berkat Teknologi RAS, Produktivitas Benih Gurame Meningkat

20 Mei 2019, 11:34 WIBEditor : Gesha

Apabila dibandingkan dengan sistem konvensional, teknologi RAS lebih efektif dan efisien. Pada sistem konvensional padat tebar hanya 0,2 ekor per liter. | Sumber Foto:ISTIMEWA

Apabila dibandingkan dengan sistem konvensional, teknologi RAS lebih efektif dan efisien. Pada sistem konvensional padat tebar hanya 0,2 ekor per liter.

 

TABLOIDSINARTANI.COM,Jakarta--- Pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) terbukti mampu meningkatkan padat tebar hingga 28 – 30 ekor per liter. Sehingga produktivitas benih gurame pun meningkat hingga 140 kali lipat dibanding konvensional.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengungkapkan, teknologi RAS merupakan teknologi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pembenihan ikan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan lahan.

Teknologi RAS juga mampu menciptakan usaha yang berdampak sangat minim terhadap ekologi.

“Teknologi RAS merupakan teknologi pembenihan ikan intensif yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis komoditas ikan air tawar, payau maupun laut. Teknologi ini nantinya dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia," kata Slamet, di Jakarta, Senin (20/5).

Slamet mengatakan, masa pemeliharaan benih pada aplikasi teknologo RAS untuk pendederan gurame juga relatif lebih pendek yaitu 30 hari (ukuran 2 – 4 cm). Sedangkan tingkat kelulusan hidup benih sebesar 95?n tingkat keseragaman ukuran hingga 90%.

Apabila dibandingkan dengan sistem konvensional, teknologi RAS lebih efektif dan efisien. Pada sistem konvensional padat tebar hanya 0,2 ekor per liter. Sedangkan waktu pemeliharaan selama 50 hari, kelulusan hidup hanya 60?n keseragaman ukuran 80%.

Alhasil, aplikasi teknologi RAS punya keunggulan dibandingkan sistem konvensional. Diantaranya, aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan. Sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan.

"Aplikasi teknologi ini juga mudah dalam pemeliharaan, stabilitas kualitas air lebih terjaga, serta penggunaan air lebih hemat," ujar Slamet.

Lantaran punya keunggulan, teknologi RAS akan dikembangkan untuk berbagai komoditas budidaya. Sebab, melalui teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan hama dan penyakit, meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta meningkatkan produktivitas sistem budidaya.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018