Kamis, 27 Juni 2019


Ketahuan Lagi, Curi Ikan di WPP-RI Kapal Ikan Filipina Ditangkap Petugas

22 Mei 2019, 20:29 WIBEditor : Gesha

Barang Bukti Radio dan Navigasi dari Kapal Ikan Asing milik Filipina | Sumber Foto:HUMAS PSDKP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Satu Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Filipina berhasil ditangkap Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 04 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). KIA yang diamankan petugas tersebut ditengarai sedang menangkap ikan di WPP-RI tanpa dilengkapi dokumen izin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman menjelaskan, KIA tersebut kemudian ditarik ke Pangkalan PSDKP Bitung dan akan dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Namun, saat proses penarikan kapal pencuri ikan tersebut sedang terjadi cuaca buruk dan air masuk ke haluan kapal. Sehingga, kapal tidak bisa diselamatkan dan tenggelam di lokasi.

"Seluruh awak kapal dan beberapa benda di atas kapal sebagai barang bukti kegiatan Illegal fishing berhasil diselamatkan ke atas KP Orca 04," jelas Agus Suherman, di Jakarta.

Menurut Agus, kapal berbendera Filipina FBCA KING VINCENT JHON ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 716 Laut Sulawesi.

Saat penangkapan oleh KP. Orca 04 yang dinakhodai Eko Priono berhasil diamankan 7 orang awak kapal berkewarganegaraan Filipina.

Agus menuturkan, penangkapan tersebut menambah deretan jumlah kapal ikan ilegal yang berhasil ditangkap KKP sejak Januari 2019 hingga 21 Mei 2019.

"Sejak Januari hingga saat ini, KKP berhasil menangkap 60 kapal perikanan ilegal. Terdiri 30 kapal Indonesia, 15 kapal Vietnam, 14 kapal Malaysia, dan 1 kapal Filipina," kata Agus.

Sejumlah KIA ilegal yang ditangkap petugas perikanan diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018