Sabtu, 07 Desember 2019


Jaga Ketersediaan Ikan, KKP Restocking Benih Kakap Putih di Anambas

24 Jul 2019, 10:00 WIBEditor : Gesha

restocking benih hasil proses budidaya yang dilakukan di Anambas tersebut merupakan upaya KKP dalam rangka mendukung pelestarian jenis ikan secara berkelanjutan. | Sumber Foto:Indarto

TABLOIDSINARTANI.COM, Anambas – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya melakukan restocking  benih kakap putih sebanyak 2.000 ekor dan benih clownfish sebanyak 1.000 ekor di pantai Padang Melang,  Pulau Jemaja.  Restocking benih ikan bernilai ekonomi tinggi yang dilakukan di perairan Anambas ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan ikan dan keberlanjutan ikan bernilai ekonomi tinggi di alam.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, benih ikan yang dimanfaatkan untuk restocking  tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. “Benih ikan bermutu ini diperoleh dari induk ikan unggul jenis ikan konsumsi dan endemik (spesifikasi lokal),” ujar Slamet Soebjakto, di Jakarta, Selasa (23/7).

Menurut Slamet,  Ditjen Perikanan Budidaya komitmen memproduksi benih ikan secara massal untuk mencukupi kebutuhan benih ikan bagi pembudidaya, maupun kegiatan restocking ikan di alam atau restocking diperairan umum. Benih yang diproduksi sejumlah UPT di bawah naungan Ditjen Perikanan Budidaya ini sebagai upaya menjaga kelestarian sumberdaya ikan di alam.

“Guna menjaga keberlanjutan SDI, memang sangat pentingnya dilakukan restocking untuk pemulihan stok sumber daya ikan di alam. Sebab, kegiatan budidaya harus berperan sebagai penyangga, disamping kita perlu cegah aktivitas penangkapan yang memicu over fishing dan cara cara destruktif,” jelas Slamet.

Slamet mengatakan, restocking benih hasil proses budidaya yang dilakukan di Anambas tersebut merupakan upaya KKP dalam rangka mendukung pelestarian jenis ikan secara berkelanjutan.

Dipilihnya ikan kakap putih dan clownfish untuk restocking di perairan Anambas ini sebelumnya sudah dilakukan kajian. Sehingga, ikan yang dilepasliarkan tersebut sesuai dengan kondisi habitatnya. “Restocking serupa juga telah dilakukan di berbagai perairan umum di Indonesia, " ujar Slamet.

Menurut Slamet, tujuan umum restocking ikan  diantaranya untuk mempertahankan biodiversitas, melestarikan eksistensi spesies, memelihara kesehatan lingkungan perairan dan mempertahankan keberlanjutan perikanan. Restocking juga  memiliki tujuan sosio-kultural bagi masyarakat setempat.

Rekayasa Komoditas Budidaya

Slamet juga mengatakan, untuk memproduksi ikan yang bisa dibudidaya secara massal, Ditjen Perikanan Budidaya juga melakukan sejumlah perekayasaan komoditas budidaya. Diantara jenis ikan yang berhasil dibudidaya secara massal itu adalah sejumlah ikan lokal asli Indonesia seperti ikan papuyu, jelawat, kelabau dan baung.

Kemudian sejumlah jenis ikan laut ekonomi tinggi seperti ikan bubara, kakap putih dan bawal bintang. Ada juga ikan hias seperti ikan nemo (clown fish) dan banggai cardinal fish. 

“Keberhasilan produksi ikan massal ini menjadi terobosan penting dalam upaya pelestarian sumberdaya perikanan di Indonesia, jadi tidak perlu khawatir lagi bahwa ikan-ikan jenis tertentu akan punah,” tegas Slamet.

Menurut Slamet, produksi benih komoditas melalui perekayasaan bertujuan untuk mempertahankan keberadaan jenis ikan di Indonesia yang dilakukan dalam rangka pengkayaan stok ikan (stock enhancement) di alam.  Perekayasaan juga penting dalam rangka mempertahankan keanekaragaman hayati. 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018