Minggu, 18 Agustus 2019


Nelayan Sukarela Ganti Alat Tangkap Ramah Lingkungan

06 Agu 2019, 16:05 WIBEditor : Gesha

Nelayan sukarela mengganti alat tangkap tak ramah lingkungannya dengan yang lebih ramah lingkungan | Sumber Foto:INDARTO

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus berkomitmen untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mendorong kapal nelayan untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman mengatakan, dalam pengawasan yang digelar di berbagai daerah selama 2019, setidaknya sebanyak 102 kapal milik nelayan secara sukarela mengganti alat tangkap ramah lingkungan.

"Jadi, mereka yang semula menangkap ikan dengan jaring trawl , saat ini sudah berganti dengan alat tangkap ramah lingkungan seperti jaring gillnet atau pancing rawai,” ujar Agus di Jakarta (6/8).

Agus juga mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan pengawasan terhadap kapal nelayan yang beroperasi menggunakan alat penangkapan ikan (API) tidak ramah lingkungan. Pengawasan yang dilaksanakan selama 2019 melibatkan berbagai jenis Kapal Pengawas Perikanan (KP) di beberapa lokasi, di antaranya perairan Lampung Timur, Lampung; Banten; Karawang, Jawa Barat; Kepulauan Seribu, Jakarta; Belawan, Sumatera Utara; Sibolga, Sumatera Utara; Batam, Kepulauan Riau; Bangka, Bangka Belitung; Derawan, Kalimantan Timur; Bone, Sulawesi Selatan; dan Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam pengawasan tersebut berhasil dilakukan penghentian dan pemeriksaan atas kapal-kapal yang masih menggunakan API dilarang, khususnya jaring trawl. Kapal-kapal tersebut kemudian secara sukarela mengganti API yang ramah lingkungan dan sesuai ketentuan.

"Kami juga memberi pemahaman kepada para nakhoda tentang dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan API tidak ramah lingkungan. Dengan demikian, nelayan secara sukarela menyerahkan API tidak ramah lingkungan kepada petugas dan menggantinya dengan API baru yang sesuai dengan ketentuan," kata Agus.

Menurut Agus, proses tersebut disertai surat pernyataan untuk tidak lagi menggunakan API tidak ramah lingkungan serta mengurus dan melengkapi dokumen administrasi yang dipersyaratkan.

Setelah semua proses selesai, nelayan selanjutnya melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap baru yang ramah lingkungan. "Kami terus melaksanakan pengawasan terhadap kapal nelayan dengan pendekatan secara persuasif sehingga nelayan dengan suka rela menggunakan alat tangkap ramah lingkungan," pungkas Agus. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018