Rabu, 18 September 2019


Diminati Petani, Kawasan Mina Padi di DIY Diperluas

07 Sep 2019, 18:40 WIBEditor : Gesha

Manfaat yang sangat besar dari mina padi, membuat Yogyakarta semakin memperluas kawasannya | Sumber Foto:HUMAS DJPB

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Diminati petani di sejumlah daerah,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya saat ini terus mendorong perluasan kawasan minapadi di berbagai daerah.  Salah satu daerah perluasan pengembangan mina padi yang dilakukan pada tahun ini adalah  di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, DIY menjadi target pengembangan dan perluasan kawasan mina padi pada tahun ini.  “Mina padi di DIY ini kami kembangkan di Kabupaten Bantul.  Dulunya sudah ada di Kabupaten Sleman dan  pada tahun ini kami  kembangkan lagi percontohan mina padi seluas 15 ha,” papar Slamet Soebyakto, di  Kabupaten Bantul, DIY.

Slamet mengatakan,  pemilihan Kab. Bantul sebagai salah satu kawasan mina padi tidak terlepas dari potensi daerah setempat yang cukup besar. Salah satunya adalah ketersediaan sumber air yang cukup dan lahan persawahan luas. “Potensi besar ini harus dapat dimanfaatkan dengan menggenjot nilai tambahnya melalui usaha minapadi,” ujarnya.

Menurut Slamet, aplikasi mina padi di Kabupaten Bantul diharapkan bisa memberikan efek ganda bagi masyarakat. Artinya, apabila masyarakat yang semula hanya mengandalkan hasil panen padi, dengan mengaplikasi mina padi,  masyarakat akan punya tambahan pendapatan dari penjualan ikannya. “Mina padi ini sangat potensial untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” ujar Slamet.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet menjelaskan, mina padi merupakan model inovasi akuakultur tepat guna, dan potensial untuk diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat.  Selain keuntungan berlipat, model ini juga sangat ramah lingkungan.

Mengapa mina padi? Menurut Slamet, mina padi dapat meminimalkan serangan hama padi. Kotoran dari ikan juga menyuburkan padi, sehingga terjadi hubungan yang mutualisme. 

“Mina padi juga tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, sehingga produk padi yang dihasilkan bersifat organik. Saat ini padi organik memiliki nilai jual tinggi, karena tergolong kategori premium. Selain itu, produktivitas padi yang ditanam dalam mina padi juga meningkat,” jelas Slamet.

Penelitian yang dilakukan para ahli menyebutkan, budidaya ikan sistem mina padi tidak mengurangi produktifitas padi. Bahkan dengan sistem ini mampu meningkatkan hasil panen padi hingga 2-3 ton/musim tanam.

“Sistem mina padi ini justru akan meningkatkan pendapatan petani baik pendapatan dari padi maupun pendapatan dari ikan,” ujar Slamet.

Kawasan Agrowisata

Selain menguntungkan petani, lanjut Slamet, kawasan mina padi bisa dijadikan agrowisata berbasis pertanian dan perikanan. Wisatawan bisa berswa foto di kawasan mina padi. Sejumlah kawasan mina padi di  Sukabumi, Sleman, dan  Bali, hingga saat ini sudah menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat.

"Daerah-daerah tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pengelolaan kawasan mina padi dapat menggerakan sektor lain seperti wisata dan edukasi. Selain mina padi saat ini juga berkembang mina cabe, dan juga mina terong. Mina cabe bisa dilihat di Dusun Samberembe Sleman,”  papar Slamet.

Guna mengembangkan mina padi di Kab. Bantul, Ditjen Perikanan Budidaya memberi bantuan ke Kelompok Dwi Manunggal, berupa ikan nila strain unggul ukuran 6-8 cm sebanyak 300 ribu ekor, 15 ton pakan terapung, prasarana dan sarana lainnya berupa pembuatan caren, pemagaran, peralatan perikanan, serta pendampingan.  Paket bantuan yang diberikan kepada Kelompok Dwi Manunggal beranggota 30-40 orang tersebut senilai Rp 450 juta. 

“Kami berharap, dengan bantuan ini bisa mendorong masyarakat Kab. Bantul dalam mengembangkan mina padi di daerahnya,” kata Slamet.

Dalam kesempatan tersebut, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya juga memberikan bantuan Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Keberadaan UPR ini untuk penyediaan benih ke lokasi-lokasi mina padi serta ke masyarakat pembudidaya lainnya. 

Adapun bantuan UPR senilai  Rp 200 juta diberikan kepada kelompok Mina Harapan Sejahtera yang juga beranggotakan 30-40 orang.

Asisten III Kabupaten Bantul Pulung Haryadi yang mewakili Bupati Bantul, mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan Ditjen Perikanan Budidaya dalam mengembangkan budidaya mina padi  di Kabupaten Bantul.  “Percontohan mina padi ini merupakan yang pertama di Bantul. Saya berharap kelompok dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik sehingga bisa menjadi contoh bagi kelompok-kelompok lainnya,” tutur Pulung. 

Ketua Kelompok Dwi Manungga, Subandi menyatakan siap untuk mensukseskan program minapadi di Kabupaten Bantul. Diharapkan, benih nila yang ditebar 1,5 bulan lalu, diharapkan bisa menghasilkan ikan kurun tiga bulan ke depan sebanyak 1,2 ton. 

Data Ditjen Perikanan Budidaya menyebutkan,  sejak tahun 2016 -2018, KKP telah mengembangkan percontohan mina padi di lahan seluas 580 ha yang tersebar di 26 kabupaten di Indonesia.

Pada tahun 2019, Ditjen Perikanan Budidaya sedang mengembangkan lagi di lahan seluas 400 ha yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya di Desa Tamanan, Kabupaten Bantul,  DIY. Khusus di Provinsi DIY, lahan mina padi telah mencapai 35 ha, masing-masing 25 ha di Kabupaten Sleman dan 15 ha di Kabupaten Bantul.

 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018