Jumat, 14 Juni 2024


Ancaman Bencana Semakin Nyata

22 Mei 2024, 16:17 WIBEditor : Herman

Ilustrasi lahan Pertanian | Sumber Foto:Istimewa

Sahabat Tabloid Sinar Tani yang Budiman.

Dari waktu ke waktu pertanian menghadapi masalah yang semakin kompleks. Kendala besar itu tidak hanya lahan per kapita semakin sempit, tetapi juga kualitas tanah dan perubahan iklim yang membuat agroklimat semakin berat bagi pertanian. Kondisi dan upaya-upaya penanganannya itulah yang dikupas dalam Tabloid Sinar Tani Edisi kali ini.

Perubahan iklim saat ini kian sulit ditebak. El Nino maupun La Nina jika tak diantisipasi sedini mungkin, maka dampak perubahan iklim tersebut akan berpengaruh besar terhadap produksi pertanian,

Berdasarkan prediksi BMKG, di wilayah Indonesia pada periode Juni-Agustus akan terjadi La Nina dengan peningkatan curah hujan mencapai 20-40 persen, bahkan di beberapa wilayah bisa di atas 50 persen. Berbagai bantuan untuk petani disiapkan secara dini. Pompa air, alat dan mesin pertanian di lahan tadah hujan, dan juga mesin pengering untuk membantu petani mengeringkan gabahnya pada musim hujan. Untuk kegiatan pompanisasi, Kementan berkoordinasi dengan TNI, PUPR, BNBP dan UNHAN untuk mempersiapkan bendungan dan struktur irigasi.

Kendala apa pun di lapangan, proses produksi diharapkan tidak boleh terganggu. Penyediaan air melalui pompa maupun irigasi pada musim kemarau akan membantu petani untuk menanam walaupun dalam kondisi kemarau panjang. Kementan melakukan intervensi dengan pembangunan infrastruktur, irigasi, bantuan saprodi, hingga asuransi pertanian.

Sinar Tani mengangkat upaya Kementerian Pertanian mendorong optimalisasi lahan (OPLA) dalam upaya meng­genjot produksi pangan. Saat ini Indonesia memiliki 33,3 juta ha rawa, sekitar 9,5 juta ha potensial untuk lahan per­tanian produktif.

Beberapa topik lain adalah tentang kasus kematian ternak kerbau pampangan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu yang disebabkan penyakit ngorok. Kemudian pengolahan minyak sawit merah, dan Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, serta berita penyuluhan.

Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan khususnya beras untuk merespon tingginya permintaan masyarakat terhadap beras yang mengakibatkan kenaikan harga beras. Gerakan ini bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti TNI/Polri dan Kemendagri, pemerintah daerah, penyuluh dan para petani.

Sahabat Tabloid Sinar Tani yang Budiman.

Selain berita tentang penyuluhan yang selalu menjadi topik pokok tabloid ini, ditampilkan berita dari BSIP, hasil penellitian IPB yang telah berhasil menemukan varietas padi yang tahan hama dan mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan dan berita ringan tentang peluang usaha yang telah dimanfaatkan oleh para pelaku yang inovatif. Mungkin berita tereebut bisa menginspirasi pembaca untuk memanfaatkan peluang usaha serupa.

Dari meja Redaksi kami mengucapkan Selamat Membaca.

Reporter : Memed Gunawan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018