Thursday, 02 April 2020


Amplang Gabus, Sumber Penghasilan KEP Sumber Rezeki

21 Oct 2019, 14:48 WIBEditor : Yulianto

Anggota KWT Sumber Rezeki yang sedang sibuk memproduksi amplang | Sumber Foto:Rina

KEP Desa Pejambuan masih termasuk kelompok pemula. KEP Sumber Rezeki sebagai salah satu penerima dana dekon dari 50 KEP yang terpilih se-Indonesia untuk bidang pengembangan korporasi petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Martapura---Pemerintah saat ini mendorong tumbuhnya korporasi petani dengan membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Dengan adaya KEP diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satunya KEP Sumber Rezeki yang berada di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. KEP yang diketuai Fitriani dan beranggotan 25 kaum ibu-ibu tersebut memproduksi amplang haruan atau ikan gabus. Ikan tersebut memang banyak diperoleh di sekitar perkampungan, baik  dari yang dibudidayakan  atau hasil tangkapan dari Sungai Martapura.

Saat melakukan evaluasi  Srimulyani dan Ine Kristine  dari   Badan  Penyuluhan  dan  Pengembangan  Sumber  Daya  Manusia  Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang didampingi Syahrianoor dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kalimantan Selatan, Senin (14/10) mengarahkan kepada KEP agar pangsa pasar didahulukan, baru tahap berikutnya memproduksi makanan olahan yang berbahan baku hasil pertanian lokal.

Di Kalimantan Selatan, jumlah KEP hanya ada dua yakni di Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dan Sungai Raya Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tujuannya  agar kaum wanita tani yang terhimpun dalam KEP  dapat menikmati hasilnya  dari sekedar petik jual. Jika petik olah, maka sudah ada pasarnya, sehingga ke depan bisa dikembangkan dalam variasi produksi yang pasarannya luas  dan menjanjikan,” tuturnya.

Sementara itu Pendamping KEP dari BPP Sungai Tabuk, Rina Lestari mengakui, KEP Desa Pejambuan masih termasuk kelompok pemula. KEP Sumber Rezeki sebagai salah satu penerima dana dekon dari 50 KEP yang terpilih se-Indonesia untuk bidang pengembangan korporasi petani.

Menurut Rina, usaha yang dikembangkan KEP Sumber Rezeki yaitu pengolahan amplang ikan haruan atau ikan gabus.  Potensi ikan gabus di sekitar Desa Pejambuan, khususnya dan Kecamatan Sungai Tabuk umumnya cukup melimpah.

Ikan gabus atau ikan haruan ini merupakan ikan lokal yang banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Karena potensi itulah, KEP Sumber Rezeki memanfaatkannya agar tidak hanya sebagai konsumsi lauktetapi dengan bentuk lain dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Bahkan pemerintahan berjanji akan meningkatkan bantuan apabila usahanya berhasil dan maju. Modal awal yang dikucurkan pemerintah hanya Rp 33 juta. Itu sebagai modal dasar,” ujarnya.

Untuk membuat amplang ikan gabus sebanyak 1 kg, Rina mengungkapkan, diperlukan 1 kg ikan haruan, 2 kg sagu, bawang putih secukupnya, 80 gram garam, 20 gram bumbu penyedap, minyak goreng.  "Dalam membuat amplang kita sudah menetapakan SOP bahan baku dan persyaratan sanitasinya. Ini untuk menjamin kualitas produksinya," kata Rina.

Langkah pengolahannya:

 - Cuci bersih ikan, keluarkan isi perut dan kotoran ikan

 - Giling ikan segar sampai halus, kemudian campurkan dengan air, garam, serta bumbu penyedap. Lalu aduk hingga rata

 - Setelah adonan merata, tambahkan tepung sagukemudian uleni

 - Ambil adonan dan timbang sekitar 1 kg, kemudian bentuk tabung dan memanjang

 - Goreng dengan api sedang tetapi jangan langsung diaduk. Setelah mengembang baru diaduk. Aduk terus sampai adonan berwarna kecoklatan

 - Adonan diangin-anginkan dan masukkan kedalam plastik kemasan.

 - Selamat mencoba.

 

Reporter : Ayi K/Rina L
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018